Haluannews Ekonomi – Pergerakan pasar modal Indonesia pada Rabu (1/4/2026) menyajikan dinamika yang patut dicermati. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan penguatan yang solid, namun di balik itu, investor asing masih menunjukkan kecenderungan untuk melepas saham, terutama dari sektor perbankan raksasa. Data yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan bahwa aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) menyusut signifikan menjadi Rp165,5 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp1,28 triliun pada hari sebelumnya.

Haluannews Ekonomi -  Pergerakan pasar modal Indonesia pada Rabu (1/4/2026) menyajikan dinamika yang patut dicermati. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan penguatan yang solid, namun di balik itu, investor asing masih menunjukkan kecenderungan untuk melepas saham, terutama dari sektor perbankan raksasa. Data yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan bahwa aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) menyusut signifikan menjadi Rp165,5 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp1,28 triliun pada hari sebelumnya.

Meskipun tekanan jual asing secara agregat berkurang, fokus pelepasan saham justru tertuju pada emiten-emiten perbankan besar. Saham-saham yang sebelumnya menjadi lokomotif penguatan IHSG ini kini justru menjadi sasaran utama distribusi oleh investor global.

COLLABMEDIANET

Secara spesifik, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi emiten yang paling banyak dilepas asing, dengan nilai jual bersih mencapai Rp374 miliar. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp318,2 miliar. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga mengalami tekanan serupa, dengan nilai jual bersih mencapai Rp135,1 miliar.

Haluannews Ekonomi -  Pergerakan pasar modal Indonesia pada Rabu (1/4/2026) menyajikan dinamika yang patut dicermati. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan penguatan yang solid, namun di balik itu, investor asing masih menunjukkan kecenderungan untuk melepas saham, terutama dari sektor perbankan raksasa. Data yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan bahwa aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) menyusut signifikan menjadi Rp165,5 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp1,28 triliun pada hari sebelumnya.
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain, IHSG menunjukkan performa yang kontras. Indeks acuan ini ditutup melonjak hampir 2% atau setara dengan 136,22 poin, mengakhiri sesi perdagangan di level 7.184,44. Penguatan ini didukung oleh sentimen positif yang meluas, tercermin dari 494 saham yang menguat, berbanding 224 saham yang melemah, dan 240 saham yang tidak bergerak.

Aktivitas transaksi di pasar juga mulai bergairah. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp16,44 triliun, melibatkan perputaran 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Meskipun angka ini belum sepenuhnya menyamai rata-rata transaksi harian pada awal tahun, peningkatan volume ini mengindikasikan kembalinya minat dan kepercayaan investor. Dengan lonjakan IHSG, kapitalisasi pasar turut terkerek mencapai Rp12.650 triliun.

Berdasarkan analisis Refinitiv, seluruh sektor industri berhasil membukukan kenaikan, menandakan optimisme pasar yang merata. Sektor utilitas memimpin penguatan dengan kenaikan 4%, diikuti oleh sektor bahan baku yang melonjak 3,66%, dan sektor konsumer non-primer yang tumbuh 3,09%.

Beberapa saham emiten konglomerat turut menjadi penopang utama kenaikan IHSG. Saham Impack Pratama (IMPC) mencatat kenaikan signifikan sebesar 21,6% dan memberikan kontribusi terbesar dengan 10,17 poin terhadap penguatan indeks. Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar