Berdasarkan kalender bursa tahun 2026 yang dirilis oleh Haluannews.id, Senin, 16 Februari 2026, akan menjadi hari libur nasional untuk Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Sehari setelahnya, Selasa, 17 Februari 2026, aktivitas perdagangan juga ditiadakan guna memperingati Tahun Baru Imlek itu sendiri. Ini berarti, seluruh kegiatan transaksi di pasar saham akan berhenti total selama dua hari berturut-turut, memberikan jeda bagi para investor dan broker.

Related Post
BEI memastikan bahwa operasional perdagangan akan kembali normal pada Rabu, 18 Februari 2026. Jadwal perdagangan akan dibuka seperti biasa, dengan Sesi I berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Sesi II dari pukul 13.30 hingga 15.49 WIB. Investor diharapkan mencatat jadwal ini untuk merencanakan strategi investasi mereka pasca-libur, mengingat potensi volatilitas setelah jeda pasar.

Menjelang jeda panjang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan dinamika yang kurang menggembirakan. Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks acuan tersebut memperpanjang tren pelemahan, terkoreksi sebesar 0,57% dan berakhir di level 8.218,57. Meskipun sempat merosot lebih dalam hingga 1,02% di sesi sebelumnya, IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan, menunjukkan adanya upaya buying interest di menit-menit akhir.
Data perdagangan mencatat bahwa 287 saham mengalami penurunan, sementara 368 saham berhasil menguat, dan 161 saham lainnya tidak bergerak. Total nilai transaksi harian mencapai angka impresif Rp 12,36 triliun, melibatkan perputaran 28,41 miliar saham dalam 1,77 juta kali transaksi. Namun, nilai kapitalisasi pasar turut mengalami kontraksi, kembali merosot menjadi Rp 14.924 triliun, mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pasar.
Aktivitas perdagangan terfokus pada beberapa saham unggulan. Bank Central Asia (BBCA) dan Bumi Resources (BUMI) menjadi primadona dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler, diikuti oleh saham DEWA, PTRO, dan ENRG. Di sisi lain, hampir seluruh sektor perdagangan menunjukkan performa yang lesu. Koreksi terdalam tercatat pada sektor barang baku, infrastruktur, dan teknologi, yang menjadi penekan utama kinerja IHSG. Saham-saham blue chip seperti TLKM, AMMN, DSSA, BREN, dan BBCA juga menjadi kontributor signifikan terhadap pelemahan indeks hari ini, menambah tekanan pada pasar menjelang libur panjang.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar