Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan sinyal peringatan dini bagi para pelaku pasar. Dua emiten, PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) dan PT Asia Pacific Investama Tbk. (MYTX), kini berada dalam pengawasan ketat setelah pergerakan harga sahamnya dinilai tidak wajar. Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini berlaku efektif mulai Jumat, 20 Februari 2026, sebagai langkah proaktif untuk melindungi kepentingan investor.

Haluannews Ekonomi -  Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan sinyal peringatan dini bagi para pelaku pasar. Dua emiten, PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) dan PT Asia Pacific Investama Tbk. (MYTX), kini berada dalam pengawasan ketat setelah pergerakan harga sahamnya dinilai tidak wajar. Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini berlaku efektif mulai Jumat, 20 Februari 2026, sebagai langkah proaktif untuk melindungi kepentingan investor.

Langkah BEI ini diambil menyusul lonjakan harga saham kedua perusahaan yang dianggap di luar kebiasaan pasar. Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Haluannews.id, otoritas bursa menegaskan bahwa pengumuman UMA merupakan bentuk kewaspadaan dan tidak serta merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal. Ini adalah mekanisme standar untuk mengingatkan investor agar lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi.

COLLABMEDIANET

PART: Lonjakan Harga di Sektor Otomotif

Haluannews Ekonomi -  Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan sinyal peringatan dini bagi para pelaku pasar. Dua emiten, PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) dan PT Asia Pacific Investama Tbk. (MYTX), kini berada dalam pengawasan ketat setelah pergerakan harga sahamnya dinilai tidak wajar. Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini berlaku efektif mulai Jumat, 20 Februari 2026, sebagai langkah proaktif untuk melindungi kepentingan investor.
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART), emiten yang bergerak di sektor suku cadang otomotif, menjadi salah satu sorotan utama. Informasi terakhir mengenai PART yang dipublikasikan melalui situs resmi BEI pada 12 Februari 2026 adalah laporan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO). Namun, di balik informasi tersebut, saham PART telah mencatatkan reli harga yang signifikan.

Data perdagangan menunjukkan, saham PART menguat 18,89% ke level Rp214 per saham pada penutupan perdagangan kemarin. Lebih jauh lagi, dalam sebulan terakhir, saham ini telah melonjak fantastis sebesar 89,38%. Sejak awal tahun (year-to-date), kinerja PART bahkan lebih impresif dengan kenaikan mencapai 96,33%. BEI menyatakan sedang mencermati secara mendalam pola transaksi saham ini untuk mengidentifikasi faktor pendorong di balik lonjakan tersebut.

MYTX: Volatilitas Transaksi di Sektor Investasi

Senada dengan PART, PT Asia Pacific Investama Tbk. (MYTX), perusahaan yang bergerak di bidang investasi, juga mendapat perhatian khusus dari BEI. Volatilitas transaksi saham MYTX yang dinilai tidak wajar menjadi alasan utama pengumuman UMA. Keterangan terakhir mengenai MYTX tercatat pada 19 Februari 2026, berupa penjelasan atas volatilitas transaksi yang telah terjadi.

Saham MYTX terpantau menguat 9,09% ke level Rp72 pada perdagangan kemarin. Dalam periode bulanan, saham ini telah mencatatkan kenaikan sebesar 84,62%, angka yang sama dengan kenaikan year-to-date (YTD). Pola pergerakan harga yang cepat dan signifikan ini mendorong BEI untuk meningkatkan pengawasan.

Imbauan BEI untuk Investor

Menyikapi status UMA pada kedua emiten ini, BEI mengimbau para investor untuk:

  1. Mencermati Respons Emiten: Memperhatikan jawaban atau klarifikasi dari manajemen PART dan MYTX atas permintaan konfirmasi dari Bursa.
  2. Menganalisis Kinerja dan Keterbukaan Informasi: Mengkaji secara seksama fundamental perusahaan, laporan keuangan, serta setiap informasi yang disampaikan kepada publik.
  3. Meninjau Ulang Rencana Aksi Korporasi: Apabila ada rencana aksi korporasi yang belum disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), investor diminta untuk mempertimbangkannya kembali dengan hati-hati.
  4. Mempertimbangkan Berbagai Kemungkinan Risiko: Mengevaluasi potensi risiko yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Langkah pengawasan ketat ini diharapkan dapat menjaga integritas pasar dan memastikan bahwa setiap keputusan investasi didasarkan pada informasi yang memadai dan pertimbangan risiko yang matang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar