Haluannews Ekonomi –

Haluannews Ekonomi -

Badai Komoditas Hantam UNTR: Laba Bersih Ambles 24%!

COLLABMEDIANET

Jakarta – Kinerja keuangan PT United Tractors Tbk. (UNTR) di tahun 2025 menunjukkan tantangan signifikan. Raksasa alat berat dan pertambangan ini membukukan laba bersih yang terkoreksi tajam sebesar 24%, hanya mencapai Rp14,8 triliun. Penurunan laba ini utamanya dipicu oleh kombinasi tekanan di segmen kontraktor penambangan serta melandainya harga jual batu bara, meskipun kinerja positif dari segmen emas berhasil memberikan sedikit mitigasi.

Haluannews Ekonomi -
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara konsolidasi, pendapatan bersih UNTR tercatat sebesar Rp131,3 triliun, mengalami koreksi tipis 2% dibandingkan periode tahun 2024. Kontraksi pendapatan ini sebagian besar berasal dari beberapa segmen inti perusahaan.

Segmen kontraktor penambangan, yang dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), merasakan dampak paling besar dengan penurunan pendapatan 7% menjadi Rp54,1 triliun. Volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) dilaporkan lebih rendah 10% menjadi 1.100 juta bcm. Kondisi cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menghambat operasional dan menyebabkan penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Meskipun demikian, volume produksi batu bara untuk klien mencapai 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio 7,4x.

Tekanan juga terasa di segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources). Pendapatan dari segmen ini anjlok 7% menjadi Rp24,2 triliun. Penurunan ini terjadi meskipun volume penjualan batu bara secara keseluruhan justru meningkat 14% menjadi 11,6 juta ton (termasuk 3,7 juta ton batu bara metalurgi). Total volume penjualan, termasuk batu bara pihak ketiga, bahkan naik 9% menjadi 14,3 juta ton. Namun, kenaikan volume ini tidak mampu mengkompensasi dampak dari rata-rata harga jual batu bara yang lebih rendah di pasar global.

Segmen mesin konstruksi juga tidak luput dari koreksi, dengan pendapatan turun 2% menjadi Rp36,6 triliun. Penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat juga mengalami penurunan 3% menjadi Rp11,3 triliun. Dari total penjualan alat berat, sektor pertambangan masih menjadi penyerap terbesar dengan 60%, diikuti oleh konstruksi (15%), perkebunan (14%), dan kehutanan (11%). Komatsu tetap mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan dengan pangsa pasar 20%. Sementara itu, penjualan merek Scania tumbuh 7% menjadi 466 unit, namun UD Trucks terkoreksi 34% menjadi 155 unit.

Di tengah tekanan tersebut, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya menjadi penopang kinerja UNTR. Pendapatan dari segmen ini melonjak signifikan 41% menjadi Rp14,0 triliun, didorong oleh penguatan harga jual emas. Anak usaha seperti PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 227 ribu ons, sedikit lebih rendah 2% dari tahun 2024. PTAR menyumbang 213 ribu ons, sementara SJR 14 ribu ons.

Dalam bisnis nikel, PT Stargate Pasific Resources (SPR) membukukan penjualan bijih nikel sebesar 2,1 juta wet metric ton (wmt) hingga triwulan keempat 2025, terdiri dari 0,7 juta wmt saprolit dan 1,4 juta wmt limonit. Kinerja segmen ini turut terdampak oleh pencatatan penurunan nilai terkait dua proyek RKEF lama milik Nickel Industries Limited (NIC), di mana UNTR memiliki kepemilikan 20,14%. Penurunan nilai tersebut terjadi pada kuartal terakhir 2024 dan mempengaruhi kinerja Perseroan di triwulan pertama 2025. Operasional RKEF NIC sendiri melaporkan penjualan nikel metal sebesar 93.264 hingga kuartal ketiga 2025.

Kinerja UNTR di tahun 2025 mencerminkan volatilitas pasar komoditas global dan tantangan operasional yang harus dihadapi, meskipun diversifikasi portofolio ke sektor emas berhasil meredam sebagian dampak negatifnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar