PT Pos Properti Sasar Gen Z & Pasien, Bidik Cuan Fantastis 2026!
Direktur PT Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi, menyuarakan optimisme tinggi terhadap prospek bisnis properti di Tanah Air, khususnya menjelang tahun 2026. Keyakinan ini didasari oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kian menjanjikan, menciptakan iklim kondusif bagi sektor properti untuk berkembang pesat dan meraih keuntungan signifikan.

Related Post

Sebagai entitas anak usaha BUMN yang bergerak di sektor properti, PT Pos Properti Indonesia (PT PPI) tidak berdiam diri. Perusahaan ini secara agresif mengoptimalkan portofolio bisnis yang telah berjalan, mencakup penyediaan ruang kerja bersama (coworking space) yang fleksibel, pengelolaan venue acara serbaguna, manajemen aset properti milik BUMN, hingga layanan perhotelan (hospitality). Diversifikasi ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan saat ini.
Tak hanya itu, PT PPI juga telah menyiapkan strategi ekspansi dengan merencanakan pengembangan bisnis sewa hunian jangka pendek atau co-living. Inisiatif ini dirancang untuk menyasar segmen pasar yang spesifik dan dinamis, yaitu generasi Z yang mencari hunian praktis dan modern dengan fasilitas komunal, serta pasien rumah sakit yang membutuhkan akomodasi nyaman dan terjangkau selama masa perawatan atau pemulihan. Langkah ini diharapkan dapat membuka aliran pendapatan baru yang substansial.
Namun, di balik geliat ekspansi dan optimisme tersebut, PT Pos Properti Indonesia juga dihadapkan pada tantangan strategis. Salah satu kendala utama adalah menyeimbangkan antara kebutuhan operasional dan bisnis inti PT Pos Indonesia sebagai induk, dengan upaya maksimalisasi nilai aset properti yang dikelola oleh PT PPI. Harmonisasi kedua kepentingan ini menjadi krusial demi memastikan keberlanjutan pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.
Junita Roemawi menyampaikan pandangannya ini dalam sebuah dialog eksklusif di program Property Point Haluannews.id, Kamis (19/02/2026), membahas tuntas strategi dan tantangan yang akan dihadapi PT Pos Properti Indonesia hingga tahun 2026 dalam mengelola aset BUMN agar semakin "cuan".
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar