Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia mengalami pergeseran demografis yang signifikan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan fakta mengejutkan: investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi pasar, mencapai 54,33% dari total investor individu. Nilai aset yang dikelola kelompok usia ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp42,54 triliun. Fenomena ini menunjukkan geliat investasi yang kuat dari generasi muda di Indonesia.

Related Post
Kelompok usia 31-40 tahun menempati posisi kedua dengan persentase 24,76% dan total aset Rp259,89 triliun. Selanjutnya, kelompok usia 41-50 tahun berkontribusi 12,21% dengan aset Rp187,46 triliun. Investor berusia 51-60 tahun memiliki porsi 5,79% dan mengelola aset senilai Rp264,27 triliun. Menariknya, meskipun hanya 2,96% dari total investor, kelompok usia di atas 60 tahun menguasai aset terbesar, mencapai Rp905,94 triliun.

Data KSEI hingga 2 Juli 2025 menunjukkan total investor pasar modal Indonesia mencapai 17 juta orang, dengan lebih dari 60% merupakan investor lokal. Hal ini menandakan pergeseran dominasi dari investor asing ke investor domestik. Dari sisi profesi, data Mei 2025 menunjukkan pegawai swasta dan PNS, serta guru, mendominasi sebagai investor dengan proporsi 33-34%. Pemuda/pelajar menempati posisi kedua (24-27%), diikuti pengusaha (15-20%). Ibu rumah tangga dan profesi lainnya berada di posisi berikutnya.
Dominasi generasi muda di pasar modal Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kehadiran investor muda yang besar ini menjadi indikator positif bagi perkembangan dan daya saing pasar modal nasional ke depan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar