Haluannews Ekonomi – Era digital telah mengubah perilaku konsumsi anak-anak Generasi Alpha. Kemudahan bertransaksi online membuat mereka cenderung konsumtif. Orang tua perlu strategi khusus untuk mengatur keuangan anak agar tidak "jebol kantong".

Related Post
Generasi Alpha, lahir antara 2011-2024, tumbuh dengan teknologi canggih yang memudahkan mereka memenuhi keinginan secara instan. Riset Go Henry menunjukkan, generasi ini menghabiskan US$ 126,2 juta (Rp 2,05 triliun) di Inggris, AS, Perancis, dan Spanyol pada 2023-2024, sebagian besar untuk pesan antar makanan.

Louise Hill, pendiri GoHenry, menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini. Anak-anak perlu memahami bahwa uang harus diperoleh sebelum dibelanjakan, dan pengeluaran harus dilakukan dengan bijak. Berikut tips untuk orang tua:
- Uang Harus "Nyata": Tunjukkan wujud fisik uang tunai agar anak memahami nilainya. Berikan uang saku rutin agar mereka belajar menabung dan merencanakan pembelian.
- Libatkan dalam Diskusi Keuangan: Ajak anak berdiskusi tentang keuangan keluarga. Jelaskan bagaimana uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti membayar tagihan.
- Anggaran Pizza: Metode visual untuk remaja. Bayangkan uang saku sebagai pizza, lalu kurangi "potongan" untuk biaya rumah tangga. Ini membantu mereka memahami prioritas pengeluaran.
- Solusi Kreatif: Jika keuangan terbatas, libatkan anak membuat makanan sendiri di rumah (fakeaway) daripada membeli di luar. Ini mengajarkan hemat dan kreativitas.
Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membantu Generasi Alpha mengembangkan kebiasaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar