Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global, BI Perkuat Rupiah!

Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global, BI Perkuat Rupiah!

Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) merespons cepat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta aksi balasan yang memicu kekhawatiran di pasar global. Otoritas moneter menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar tetap selaras dengan fundamental ekonomi Indonesia.

COLLABMEDIANET

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, menjelaskan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar keuangan global. Menanggapi situasi ini, Haluannews.id melaporkan bahwa BI akan terus memantau dinamika pasar secara cermat dan siap mengambil langkah-langkah responsif yang diperlukan.

Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global, BI Perkuat Rupiah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kami akan memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," ujar Erwin dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026). Ia menambahkan, intervensi pasar akan dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, BI juga berkomitmen untuk mengoptimalkan kebijakan guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga.

Kekhawatiran pasar terhadap memanasnya tensi geopolitik ini langsung tercermin pada pergerakan nilai tukar Rupiah. Pada pembukaan perdagangan Senin (2/3/2026), mata uang Garuda terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, Rupiah terdepresiasi ke level Rp16.810 per dolar AS, menunjukkan pelemahan sebesar 0,30%. Angka ini lebih dalam dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026) lalu, di mana Rupiah ditutup melemah tipis 0,06% pada level Rp16.760 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya, menunjukkan penguatan. Pada pukul 09.00 WIB, DXY tercatat menguat 0,22% ke level 97,821, mengindikasikan bahwa investor global cenderung mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar