Haluannews Ekonomi – Skandal dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp 2,4 triliun yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kini menyeret perhatian publik, terutama setelah pasangan selebriti kawakan, Dude Harlino dan Alyssa Soebandono, dipanggil untuk pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (2/4) lalu. Keduanya, yang pernah menjadi duta merek layanan pinjaman online berbasis syariah DSI, menyatakan komitmen moral untuk membantu menyuarakan aspirasi para korban.

Related Post
Pemeriksaan terhadap Dude dan Alyssa dilakukan dalam kapasitas mereka sebagai saksi terkait kasus yang merugikan ribuan investor DSI. Dalam keterangan yang diperoleh Haluannews.id dari detikcom, Dude Harlino mengungkapkan bahwa ia dan Alyssa terus menjalin komunikasi intens dengan Paguyuban Lender, kelompok yang mewakili para korban dugaan penipuan investasi DSI.

"Kami cukup intens berkomunikasi dengan Paguyuban Lender, bahkan sejak akhir tahun 2025 kami sudah bersama-sama," ujar Dude Harlino di Bareskrim Polri, seperti dikutip Haluannews.id, Jumat (3/4). Meskipun status mereka kini adalah mantan duta merek, Dude menegaskan adanya tanggung jawab moral yang mendorongnya untuk terus menyuarakan aspirasi dan kegelisahan para korban.
Ia menambahkan, "Secara komunikasi, kami saling mendukung. Saya pribadi merasa ingin membantu para lender ini agar suara mereka bisa didengar dan diperjuangkan." Pasangan ini berharap kesaksian mereka di lembaga resmi dapat memberikan kejelasan dan mempercepat proses hukum.
Dude dan Alyssa mengaku lega bisa menyampaikan kesaksiannya di hadapan aparat penegak hukum, berharap agar semuanya menjadi lebih terang-benderang. Keduanya menaruh harapan besar agar perjuangan para investor untuk menuntut hak-hak mereka dapat membuahkan hasil yang adil dan positif. Keterlibatan mereka sebagai saksi diharapkan dapat menjadi titik terang dalam pengungkapan skema bisnis DSI yang diduga merugikan banyak pihak.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar