Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan global tengah bersiap menyambut potensi perubahan kebijakan moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Keyakinan akan pemangkasan suku bunga acuan pada Desember 2025 semakin menguat, dipicu oleh data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan dan mendesak stimulus melalui penurunan suku bunga.

Related Post
Steven Satya Yudha, Direktur Ashmore Asset Management, mengungkapkan bahwa ketidakpastian politik di AS, termasuk potensi shutdown pemerintahan, telah berdampak pada pasar tenaga kerja dan konsumsi. Hal ini meningkatkan probabilitas penurunan Fed Funds Rate (FFR) hingga mencapai 90%.

Fokus pasar kini juga tertuju pada tahun 2026, seiring dengan pergantian kepemimpinan di The Fed. Potensi penggantian Jerome Powell dengan Kevin Hassett, yang dikenal lebih dovish dan pro-pertumbuhan, semakin memperbesar peluang penurunan suku bunga FFR.
Momentum ini menjadi angin segar bagi pasar Indonesia. Penurunan suku bunga The Fed diharapkan dapat menarik minat investor asing, sekaligus mendorong stabilitas dan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Kondisi ini tentu menjadi harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar