Geger! Citibank Tutup Cabang di UEA, Imbas Perang Iran-AS?

Geger! Citibank Tutup Cabang di UEA, Imbas Perang Iran-AS?

Haluannews Ekonomi – Raksasa perbankan global, Citibank, membuat keputusan mengejutkan dengan mengumumkan penutupan sementara sebagian besar kantor cabang dan pusat keuangannya di kawasan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah drastis ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di Timur Tengah. Penutupan ini dijadwalkan berlangsung hingga 14 Maret 2026, menandakan antisipasi terhadap situasi yang belum mereda.

COLLABMEDIANET

Mengutip laporan Reuters yang diterima Haluannews.id pada Kamis (12/3/2026), kebijakan penutupan ini berlaku untuk hampir seluruh jaringan Citibank di UEA, kecuali kantor cabang Citi yang berlokasi di Mall of Emirates, Dubai. Keputusan tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam di sektor keuangan global terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan risiko operasional dan keamanan.

Geger! Citibank Tutup Cabang di UEA, Imbas Perang Iran-AS?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam pekan kedua sejak pecahnya konflik tersebut, tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah memang memanas secara signifikan, memaksa sejumlah bank dan institusi keuangan lainnya untuk mengambil tindakan pencegahan serupa, termasuk memulangkan staf mereka demi keamanan. Langkah Citibank ini secara spesifik disebut sebagai respons terhadap kekhawatiran di kalangan perbankan, terutama setelah Iran melontarkan ancaman terhadap kepentingan ekonomi dan perbankan yang terafiliasi dengan AS-Israel di kawasan Teluk.

Meskipun demikian, Citibank menegaskan komitmennya untuk tetap melayani klien. Pembukaan kembali kantor-kantor cabang dijadwalkan pada 16 Maret 2026. Selama periode penutupan, sistem kerja jarak jauh atau work from home (WFH) diberlakukan di seluruh jaringan kantor cabang Citibank di UEA untuk memastikan kelangsungan layanan esensial bagi nasabah. Selain itu, layanan telepon perbankan di UEA akan tetap beroperasi, meskipun dengan kapasitas yang terbatas guna mengantisipasi lonjakan permintaan atau situasi darurat.

Langkah ini menunjukkan bagaimana gejolak geopolitik dapat secara langsung memengaruhi stabilitas operasional dan strategi mitigasi risiko di sektor keuangan, bahkan di pusat ekonomi yang relatif stabil seperti UEA.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar