Geger Bursa! Prabowo Murka Besar, Minta Pimpinan BEI Mundur!

Geger Bursa! Prabowo Murka Besar, Minta Pimpinan BEI Mundur!

Haluannews Ekonomi – Sentimen negatif melanda pasar modal Indonesia menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terakhir, memicu kemarahan besar dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kekhawatiran serius terhadap integritas pasar dan dampaknya terhadap investor, terutama investor ritel, disebut-sebut menjadi pemicu utama. Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, bahkan menyampaikan pesan tegas bahwa pimpinan bursa diminta untuk mengundurkan diri.

COLLABMEDIANET

Hashim Djojohadikusumo, dalam keterangannya di ASEAN Climate Forum di Gedung BEI Jakarta, baru-baru ini, menegaskan bahwa pasar yang berintegritas tinggi hanya dapat terwujud jika dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas yang kokoh. Pemerintah, lanjutnya, akan melakukan pengawasan ketat terhadap para pimpinan pasar modal dan bersikap sangat serius dalam menjaga integritas tersebut.

Geger Bursa! Prabowo Murka Besar, Minta Pimpinan BEI Mundur!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Kita semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, bukan? Morgan Stanley, kejatuhan pasar saham, dan saya tidak tahu apakah Anda mengikuti, tapi itu menjadi topik hangat besar minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ujar Hashim, mengisyaratkan adanya insiden yang memicu ketidakpuasan serius dari pihak Istana.

Bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah hal yang sangat krusial, sehingga pengawasan terhadap mekanisme pasar akan dilakukan secara sangat ketat. Hashim juga menyoroti banyaknya investor yang menjadi korban akibat gejolak pasar, terutama ketika ditemukan perusahaan dengan rasio price to earnings (PE) yang dinilai tidak masuk akal, bahkan mencapai ratusan hingga ribuan kali. Fenomena ini, menurutnya, adalah indikasi kuat adanya masalah serius di pasar.

"Ada sesuatu yang salah, jadi harapan saya dan harapan Presiden Prabowo serta harapan pemerintah adalah agar Anda (sebagai regulator dan SRO) tetap mengawasi. Dan ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag," tegas Hashim. Ia menekankan bahwa potensi penipuan di pasar akan selalu ada jika pengawasan lemah, sehingga peran regulator menjadi sangat krusial untuk memastikan tidak ada pihak yang mencoba menipu investor.

Kepada calon investor asing, Hashim menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga integritas pasar, termasuk pasar karbon. Ia menyatakan bahwa integritas tinggi tidak akan berarti tanpa pengawasan dan pemeliharaan yang konsisten. "Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama karena kehormatan negara kita dipertaruhkan," kata Hashim, menambahkan bahwa banyaknya investor ritel yang menjadi korban menjadikan isu ini sangat penting dan mendesak untuk ditangani.

Hashim menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa integritas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dipertaruhkan. Reputasi regulator, pelaku pasar, dan negara Indonesia secara keseluruhan berada dalam taruhan besar, menuntut tindakan tegas dan perbaikan fundamental.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar