Haluannews Ekonomi – Rencana ambisius untuk merestrukturisasi sektor asuransi milik negara tengah bergulir. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan peta jalan strategis untuk menggabungkan 15 entitas asuransi pelat merah menjadi hanya tiga perusahaan raksasa yang lebih efisien dan terspesialisasi. Langkah ini diproyeksikan akan mengubah lanskap industri asuransi nasional secara fundamental.

Related Post
Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari program perampingan entitas BUMN secara keseluruhan. Ia menargetkan pengurangan jumlah anak hingga cucu usaha BUMN dari 1.043 menjadi sekitar 300 entitas dalam waktu dekat. "Sektor asuransi akan mengalami transformasi signifikan, dari 15 perusahaan akan dipangkas menjadi tiga entitas utama," ujar Dony dalam sebuah forum ekonomi di Jakarta, sebagaimana dikutip oleh Haluannews.id. Ketiga entitas tersebut akan difokuskan pada spesialisasi masing-masing: satu perusahaan asuransi jiwa (life insurance), satu asuransi umum (general insurance), dan satu asuransi kredit (credit insurance).

Menanggapi wacana perampingan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa pihaknya masih terus berdiskusi intensif dengan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding asuransi BUMN. "Kami sedang dalam tahap pembicaraan dengan IFG untuk merumuskan program yang paling tepat," jelas Ogi dalam kesempatan terpisah di Jakarta. Ini menunjukkan bahwa implementasi merger ini memerlukan koordinasi erat antara BPI Danantara, OJK, dan IFG.
Sebagai informasi, IFG (Indonesia Financial Group) merupakan holding yang menaungi sejumlah perusahaan asuransi, penjaminan, dan investasi milik negara. Di bawah payung IFG, terdapat entitas-entitas besar seperti Jasa Raharja, Jamkrindo, Askrindo, Jasindo, serta IFG Life yang fokus pada asuransi jiwa dan kesehatan. Peran IFG sangat krusial dalam menyelaraskan strategi merger ini.
Selain perusahaan-perusahaan di bawah IFG, sektor asuransi umum BUMN juga mencakup PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dan PLN Insurance. Seluruh entitas ini akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses konsolidasi yang ambisius ini. Langkah merger ini diharapkan tidak hanya menciptakan efisiensi operasional dan memperkuat permodalan, tetapi juga meningkatkan daya saing asuransi BUMN di pasar domestik maupun regional, serta memberikan layanan yang lebih terintegrasi kepada masyarakat.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar