Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (19/2/2026) dengan performa impresif, mengukuhkan tren penguatannya di zona hijau. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini melesat 0,57% atau 47,22 poin, mengunci posisi di level 8.357,44. Kenaikan ini menandakan optimisme pasar yang kuat di tengah beragam sentimen global dan domestik.

Related Post
Sentimen positif mendominasi sesi pembukaan, tercermin dari 302 saham yang menguat, berbanding 55 saham yang melemah, dan 283 saham yang stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 265,55 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 424,30 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 41.051 kali. Beberapa saham yang menjadi sorotan utama pagi ini antara lain Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), dan HM Sampoerna (HMSP).

Pergerakan IHSG hari ini sangat dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang akan diumumkan. Selain itu, investor juga mencermati implikasi risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dirilis semalam. Dinamika ini menjadi penyeimbang setelah pasar kemarin diwarnai bayang-bayang kenaikan utang luar negeri dan pelemahan Rupiah terhadap dolar AS.
Risalah FOMC pada akhir Januari lalu, yang diumumkan Rabu kemarin, menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan The Fed sepakat untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Februari. Namun, pandangan mereka terpecah mengenai langkah kebijakan moneter selanjutnya. Beberapa anggota FOMC terbuka untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain cenderung mendukung penurunan jika inflasi menunjukkan tren yang diharapkan. Diskusi mengenai implikasi kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat terhadap perekonomian juga mewarnai rapat tersebut. Dinamika internal ini menggarisbawahi kompleksitas tantangan yang dihadapi bank sentral AS dalam menavigasi kebijakan ke depan.
Di kancah global, bursa-bursa Asia menunjukkan kinerja cemerlang. Indeks Kospi Korea Selatan mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis (19/2/2025), melonjak 2,76%, didorong oleh saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga naik 1,1% pada perdagangan awal, diikuti penguatan Nikkei 225 Jepang sebesar 0,52%. Sementara itu, pasar Hong Kong dan Tiongkok daratan masih tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.
Dari Amerika Serikat, Wall Street juga mengakhiri sesi semalam dengan penguatan. Indeks S&P 500 naik 0,56% ke level 6.881,31, didukung oleh kenaikan saham-saham teknologi utama. Nasdaq Composite bertambah 0,78% dan menetap di 22.753,63, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,26% dan ditutup di 49.662,66. Kenaikan ini terjadi seiring para pelaku pasar mempertimbangkan rilis risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve yang memberikan gambaran lebih jernih.
Secara keseluruhan, pasar domestik menunjukkan daya tahan yang signifikan, mengatasi tekanan dari sejumlah sentimen negatif sebelumnya dan fokus pada prospek keputusan BI serta optimisme global. Investor akan mencermati setiap detail keputusan BI hari ini untuk menentukan arah pasar selanjutnya dan potensi "pesta cuan" yang berkelanjutan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar