Haluannews Ekonomi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya, barometer pasar modal Indonesia ini berhasil bangkit perkasa, melonjak 49,29 poin atau setara 0,60%, mengakhiri hari di level 8.330,13. Meskipun demikian, dinamika pasar sepanjang hari ini tidak lepas dari gejolak.

Related Post
Fluktuasi harga mewarnai pergerakan IHSG. Indeks sempat mencicipi penguatan di atas 1% pada awal sesi, sebelum kemudian tergelincir ke zona merah dengan koreksi hingga 0,25%, namun berhasil membalikkan keadaan dan ditutup solid. Data perdagangan mencatat 319 saham menguat, 329 melemah, dan 169 lainnya stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,69 triliun, melibatkan 31,39 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,74 juta kali transaksi. Angka kapitalisasi pasar pun kokoh kembali di atas Rp 15.000 triliun.

Kinerja positif IHSG didorong oleh mayoritas sektor yang menghijau. Sektor kesehatan, konsumer non-primer, dan finansial menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan paling signifikan. Di antara saham-saham yang paling aktif diperdagangkan, Bumi Resources (BUMI), Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) mendominasi volume transaksi. Kontributor terbesar terhadap penguatan indeks datang dari saham-saham perbankan raksasa. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 11,84 poin, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menguat 1,55% ke level Rp 3.930 per saham, memberikan kontribusi 9,43 poin. Saham-saham lain seperti INKP, MEGA, TLKM, dan ASII turut memberikan dorongan positif.
Sentimen positif masih menyelimuti pasar keuangan domestik memasuki paruh kedua pekan ini. Para investor terlihat telah mengantisipasi dan mencerna isu mengenai dinamika tarif resiprokal yang kembali menjadi sorotan, sehingga reaksi pasar cenderung lebih rasional dan terukur.
Pergerakan positif juga terpantau di bursa saham Asia-Pasifik, menyusul reli kuat yang dipimpin sektor teknologi di Wall Street. Optimisme ini didorong oleh meredanya kekhawatiran akan potensi disrupsi yang diakibatkan oleh kecerdasan buatan (AI) pada beberapa industri. Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,9%, sementara Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 1% mencapai rekor tertinggi baru. Indeks Topix juga menunjukkan kenaikan tipis. Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 1,11%, berhasil menembus level psikologis 6.000 untuk pertama kalinya. Saham-saham unggulan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing naik 0,6% dan 0,88%. Indeks Kosdaq yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil turut bertambah 0,16%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong tercatat di 26.763, melampaui penutupan HSI sebelumnya di 26.590,32.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,61% menjadi $66,03 per barel. Fokus investor global juga akan tertuju pada pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan akan disampaikan pada hari yang sama.
Pada sesi perdagangan semalam di Amerika Serikat, Wall Street ditutup menguat signifikan, didorong oleh performa cemerlang saham Advanced Micro Devices (AMD) dan sektor perangkat lunak. Saham AMD melesat 8,8% menyusul pengumuman kesepakatan multi-tahun dengan raksasa teknologi Meta Platforms. Kemitraan strategis ini mencakup penyebaran hingga 6 gigawatt unit pemrosesan grafis (GPU) AMD untuk infrastruktur pusat data AI Meta. Selain itu, Meta juga akan menanamkan investasi di AMD melalui waran berbasis kinerja hingga 160 juta saham produsen chip tersebut.
Kesepakatan dengan AMD ini datang hanya seminggu setelah Meta mengumumkan rencana penggunaan jutaan chip Nvidia untuk pembangunan pusat datanya, yang turut mengangkat saham Nvidia sebesar 0,7%. Secara keseluruhan, indeks S&P 500 melonjak 0,77% dan ditutup pada 6.890,07, sementara Nasdaq Composite memimpin dengan kenaikan 1,04% ke level 22.863,68. Indeks Dow Jones Industrial Average juga membukukan kenaikan 370,44 poin atau 0,76%, mengakhiri perdagangan di 49.174,50. Penguatan Dow didukung oleh lonjakan hampir 2% pada saham Home Depot setelah laporan pendapatannya melampaui perkiraan analis untuk pertama kalinya dalam setahun. Saham IBM, yang sempat terpuruk pada sesi sebelumnya akibat kekhawatiran terkait AI, juga berhasil memulihkan sebagian kerugiannya dan berkontribusi pada kenaikan Dow.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar