Gebrak Pasar Asia, SGER Kantongi Rp1,2 T dari Bangladesh

Gebrak Pasar Asia, SGER Kantongi Rp1,2 T dari Bangladesh

Haluannews Ekonomi – PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) berhasil mencatatkan tonggak penting dalam strategi ekspansi pasarnya dengan mengamankan kontrak pengiriman batu bara senilai US$71,5 juta, atau setara dengan Rp1,2 triliun. Kesepakatan jumbo ini, yang diperoleh dari Bangladesh, diproyeksikan akan memberikan suntikan signifikan terhadap proyeksi pendapatan perusahaan dalam waktu dekat.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama SGER, Welly Thomas, menjelaskan bahwa perjanjian tersebut mencakup pasokan 1 juta metrik ton (MT) batu bara. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu enam bulan. Komoditas energi ini krusial bagi sektor pembangkit listrik di Bangladesh, khususnya untuk operasional Rural Power Company Limited (RNPL). RNPL sendiri merupakan entitas usaha patungan strategis antara perusahaan negara Bangladesh, Rural Power Company Limited, dan NORINCO International Cooperation Limited dari China. Kemitraan ini dibentuk untuk mengembangkan dan mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Patuakhali berkapasitas 1.320 MW, sebuah fasilitas beban dasar (baseload) yang vital dan menjadi tulang punggung jaringan listrik nasional Bangladesh.

Gebrak Pasar Asia, SGER Kantongi Rp1,2 T dari Bangladesh
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Welly Thomas optimistis bahwa perolehan kontrak ini tidak hanya akan mengerek naik pendapatan SGER, tetapi juga menggarisbawahi potensi pasar batu bara yang masih sangat terbuka lebar, terutama di negara-negara berkembang di Asia. "Ke depan, SGER tidak menutup kemungkinan untuk terus mengeksplorasi dan merambah pasar-pasar baru lainnya guna memperkuat posisi kami di kancah global," ungkap Welly, sebagaimana dikutip dari Haluannews.id.

Sebelumnya, SGER telah membangun rekam jejak yang solid sebagai pemasok batu bara ke berbagai negara di Asia, termasuk pasar-pasar besar seperti China dan India, serta negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Laos, Filipina, dan Vietnam.

Selain dari bisnis inti batu bara, SGER juga menunjukkan diversifikasi portofolio pendapatan yang kuat. Data per September 2025 menunjukkan kontribusi signifikan dari segmen bisnis lain, meliputi penjualan nikel sebesar Rp695,14 miliar, pendapatan dari produk kelapa sawit senilai Rp469,76 miliar, serta perolehan dari kokas minyak bumi sebesar Rp7,47 miliar. Diversifikasi ini menunjukkan fundamental perusahaan yang lebih resilien terhadap fluktuasi harga komoditas tunggal.

Kabar positif mengenai kontrak baru ini turut disambut antusias oleh investor. Saham SGER terpantau menguat 2,82% dan ditutup pada harga Rp510 pada sesi I perdagangan hari ini, merefleksikan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar