Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) angkat bicara mengenai wacana ambisius Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM), entitas anak BBRI, guna mentransformasikannya menjadi bank khusus yang berfokus pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rencana ini mencuat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Related Post
Dhanny, Corporate Secretary BRI, menegaskan komitmen perseroan untuk senantiasa mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM. Menurutnya, sektor UMKM merupakan pilar fundamental dan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, dengan peran krusial dalam menggerakkan roda perekonomian rakyat.

Dalam pernyataannya kepada Haluannews.id pada 8 April 2026, Dhanny mengungkapkan optimismenya bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian serius dan mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Ia juga menyoroti keberhasilan sinergi erat dalam Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan BRI dan PNM. Kolaborasi ini, lanjutnya, telah terbukti efektif dalam memperluas akses pembiayaan bagi segmen ultra mikro dan UMKM, sekaligus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ekosistem Holding UMi, menurut Dhanny, menunjukkan kinerja impresif dengan 1,4 juta debitur berhasil naik kelas sepanjang tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan 11,82% secara tahunan (yoy). Menanggapi dinamika kebijakan ini, Dhanny menegaskan bahwa BRI akan terus memantau dan mengikuti arahan pemerintah serta pemegang saham pengendali. "Terkait dengan perkembangan kebijakan yang ada, BRI akan senantiasa mencermati dan mematuhi arahan regulator serta pemegang saham pengendali, sembari memastikan seluruh operasional Perseroan tetap berjalan secara prudent, berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan manajemen risiko yang kuat," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya telah mengumumkan bahwa ia telah mengantongi restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan rencana pengambilalihan PNM. Purbaya menjelaskan, PNM akan diubah statusnya menjadi badan yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu, dengan tujuan utama mentransformasikannya menjadi bank khusus UMKM.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta pada 6 April 2026, Purbaya memaparkan bahwa PNM nantinya akan beroperasi sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemungkinan di bawah naungan PT SMI atau PIP. Visi Kemenkeu tidak berhenti pada aspek pembiayaan semata. Pembentukan bank UMKM ini, jelas Purbaya, dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang komprehensif untuk mendorong pertumbuhan UMKM secara holistik. "Kami akan membangun ekosistem yang menyeluruh, mencakup penasihat, pelatihan, pemasaran, hingga penjaminan kredit, dan berbagai dukungan lainnya," ungkapnya.
Purbaya mengklaim bahwa konsep ini telah dilaporkan dan mendapat ‘lampu hijau’ dari Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, proses perundingan dengan Danantara sedang berlangsung untuk memfinalisasi rencana tersebut. Sebagai informasi, PNM saat ini merupakan entitas anak dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), yang notabene merupakan perusahaan BUMN di bawah kendali Danantara.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar