Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir sejarah baru pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil menutup sesi dengan gemilang, menguat 0,84% dan mencapai level fenomenal 8.933. Pencapaian ini menandai "all-time high" terbaru, memicu optimisme investor akan potensi tembusnya level psikologis 10.000 dalam waktu dekat.

Related Post
Namun, euforia di lantai bursa sedikit teredam oleh kinerja mata uang Rupiah yang masih terperangkap di zona merah. Pada hari yang sama, Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 16.745 per Dolar AS, menunjukkan tekanan signifikan di tengah lonjakan pasar saham. Kontras antara kinerja IHSG yang perkasa dan Rupiah yang melemah ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai stabilitas makroekonomi dan arah kebijakan moneter ke depan.

Untuk menganalisis lebih dalam dinamika pasar keuangan Tanah Air, Haluannews.id menghadirkan pandangan dari Susi Setiawati, seorang Equity Analyst dari Haluannews.id. Dalam dialog eksklusif bersama Maria Katarina di program Closing Bell Haluannews.id pada Selasa (06/01/2026), Susi memaparkan analisis komprehensif mengenai faktor-faktor pendorong kenaikan IHSG serta tantangan yang dihadapi Rupiah. Diskusi tersebut juga mengupas proyeksi pergerakan pasar keuangan Indonesia ke depan, memberikan gambaran utuh bagi para pelaku pasar dalam menghadapi volatilitas yang ada.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar