Haluannews Ekonomi – Di tengah gejolak ekonomi global yang dipicu perang dagang dan ketegangan geopolitik, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tetap optimistis dengan prospek bisnis energi. Wakil Direktur Utama ENRG, Edoardus Ardianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Related Post
ENRG menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas (migas) secara optimal di 13 wilayah kerja yang mereka kelola. Strategi ini dibarengi dengan upaya menekan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi di berbagai lini bisnis. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan di tengah ketidakpastian pasar.

Tak hanya fokus pada migas, ENRG juga membidik peluang ekspansi ke sektor energi terbarukan. Perusahaan berencana mengembangkan proyek Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization Storage (CCUS) bekerja sama dengan Pupuk Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan komitmen ENRG terhadap keberlanjutan lingkungan.
Teknologi CCS dan CCUS akan dimanfaatkan untuk menangkap emisi CO2 yang dihasilkan dari proses produksi Pupuk Indonesia. Selanjutnya, CO2 tersebut akan diinjeksikan ke dalam reservoir minyak bumi. Proses ini tidak hanya membantu meningkatkan produksi migas, tetapi juga secara signifikan mengurangi emisi karbon dengan menyimpan CO2 di bawah permukaan bumi.
Strategi ekspansi ENRG ini menjadi bukti bahwa perusahaan energi dapat berperan aktif dalam transisi menuju energi bersih. Dengan menggabungkan optimalisasi produksi migas dan investasi di energi terbarukan, ENRG berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai strategi ekspansi ENRG dapat disimak dalam dialog Dina Gurning dengan Wakil Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), Edoardus Ardianto dalam Power Lunch, Haluannews.id (Jum’at, 11/07/2025)
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar