Haluannews Ekonomi – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang fenomenal sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan konglomerasi media dan teknologi ini melaporkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 6,78 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 361,2% dibandingkan dengan perolehan laba di tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 1,47 triliun, sebagaimana diungkapkan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikutip Haluannews.id.

Related Post
Kenaikan laba bersih EMTK ini tak lepas dari performa pendapatan bersih yang solid. Sepanjang tahun 2025, pendapatan bersih perseroan melambung menjadi Rp 19,11 triliun, jauh di atas capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 12,23 triliun. Meskipun beban pokok pendapatan juga mengalami peningkatan dari Rp 8,1 triliun menjadi Rp 14,06 triliun seiring dengan ekspansi bisnis, EMTK tetap mampu menjaga profitabilitas di tingkat operasional. Hal ini tercermin dari laba kotor yang terkerek naik dari Rp 4,06 triliun menjadi Rp 5,05 triliun.

Namun, peningkatan pendapatan juga diiringi oleh beberapa pos beban yang membengkak. Beban penjualan tercatat naik menjadi Rp 450,9 miliar, beban umum dan administrasi melonjak menjadi Rp 3,5 triliun, serta beban operasi dan lain-lain yang juga meningkat menjadi Rp 129,9 miliar. Kendati demikian, perseroan berhasil mengimbangi kenaikan beban-beban tersebut dengan beberapa pendapatan positif lainnya. Laba dari penjualan aset tetap naik menjadi Rp 8,8 miliar dan laba selisih kurs juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp 305,7 miliar. Kombinasi faktor-faktor ini mendorong laba usaha EMTK sepanjang tahun 2025 naik menjadi Rp 1,2 triliun, dari sebelumnya Rp 1 triliun di tahun 2024.
Lebih lanjut, kinerja EMTK di tahun 2025 juga sangat terbantu oleh kontribusi dari pos-pos non-operasional. Pendapatan keuangan melesat menjadi Rp 991,1 miliar, sementara laba atas investasi menunjukkan pertumbuhan impresif hingga Rp 3,8 triliun. Pendapatan dividen juga turut menyumbang Rp 66,9 miliar. Salah satu poin penting adalah pembalikan kinerja dari entitas asosiasi, yang semula mencatat kerugian Rp 644,1 miliar di tahun sebelumnya, kini berbalik menjadi laba Rp 16,9 miliar. Laba penyesuaian perubahan ekuitas entitas asosiasi juga naik menjadi Rp 339,9 miliar.
Selain itu, meskipun beban keuangan mengalami kenaikan menjadi Rp 139,7 miliar, EMTK mencatatkan laba signifikan dari akuisisi entitas anak sebesar Rp 3,12 triliun. Faktor-faktor pendorong ini secara kolektif mengerek laba sebelum pajak penghasilan perseroan terbang tinggi menjadi Rp 9,49 triliun, jauh melampaui Rp 2,86 triliun di periode sebelumnya.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan yang justru menurun menjadi Rp 611,1 miliar, laba tahun berjalan EMTK untuk tahun 2025 meroket menjadi Rp 8,8 triliun, dari Rp 1,8 triliun di tahun 2024. Kinerja keuangan yang gemilang ini juga tercermin pada total aset EMTK yang melonjak 31,9%, dari Rp 46 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 60,7 triliun di akhir tahun 2025, menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar