Eks Direktur BPJSTK Siap Guncang Bursa! Perebutan Kursi BEI Memanas

Eks Direktur BPJSTK Siap Guncang Bursa! Perebutan Kursi BEI Memanas

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Arena perebutan kursi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030 semakin memanas dengan munculnya nama-nama kuat dalam bursa calon pimpinan. Salah satu yang secara resmi menyatakan kesiapannya adalah Edwin Ridwan, mantan Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK). Ia tergabung dalam salah satu dari empat paket calon direksi yang beredar, bersaing dengan figur-figur berpengalaman seperti Laksono Widodo, Jeffrey Hendrik (yang saat ini menjabat sebagai Pjs Direktur Utama BEI), dan Iding Pardi (Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia).

COLLABMEDIANET

"Iya betul," ujar Edwin saat dikonfirmasi oleh Haluannews.id pada Kamis (2/4/2026). Dirinya juga menegaskan komitmen untuk membawa program strategis jika terpilih nanti. "Tidak bisa business as usual kondisi pasar modal kita sekarang," tambahnya, mengindikasikan visi perubahan dan inovasi yang akan diusungnya untuk menghadapi tantangan pasar modal ke depan.

Eks Direktur BPJSTK Siap Guncang Bursa! Perebutan Kursi BEI Memanas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemilihan pucuk pimpinan BEI ini akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), menandai dimulainya era kepemimpinan baru yang krusial bagi pengembangan pasar modal Tanah Air. Sejumlah figur berpengalaman dari berbagai latar belakang, mulai dari pasar modal, perbankan, hingga korporasi nasional, telah muncul dalam paket-paket calon direksi yang beredar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator, telah membeberkan perkembangan proses pencalonan direksi BEI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa setiap paket calon direksi BEI wajib diusung oleh minimal 10 Anggota Bursa (AB). Persyaratan ini didasarkan pada kombinasi indikator seperti nilai transaksi, frekuensi perdagangan, dan porsi aktivitas AB selama periode April 2025 hingga Maret 2026.

"10 AB. Kan ada persentase dari nilai, kemudian dari transaksi ya, dari frekuensi. Nah itu kombinasi itu semua masih dibaca nanti pasalnya. Kurang lebih sih sudah diatur secara detail ya, eligibility atau siapa saja anggota bursa dan berapa porsi yang akan dihitung untuk dapat mencalonkan paket," jelas Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

OJK juga menekankan pentingnya peran AB dalam melakukan penelitian dan penelaahan mendalam terhadap aspek kecakapan, kapasitas, kompetensi, serta integritas para kandidat. Regulator mengingatkan agar proses pencalonan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan dengan seleksi yang matang, dengan integritas sebagai aspek utama yang harus diperhatikan oleh setiap AB dalam mengajukan kandidat.

Meski demikian, hingga saat ini, Hasan menyebut belum ada paket calon direksi yang didaftarkan secara resmi ke OJK. Batas akhir penyampaian paket calon direksi ke OJK ditetapkan paling lambat pada 4 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan media massa, empat paket calon direksi yang siap bertarung adalah:

  • Paket pertama dipimpin oleh Iding Pardi, bersama Zaki Mubarak, Yulianto Aji Sadono, Umi Kulsum, Ahmad Subagja, Yohannes Liauw, dan Andre Tjahjamuljo.
  • Paket kedua mengusung Jeffrey Hendrik sebagai pimpinan, didampingi Irvan Susandy, R. Haidir Musa, Irwan Abdalloh, R. M Irwan, dan Atep Salyadi Dariah Saputra.
  • Paket ketiga dipimpin Laksono Widodo, dengan Fifi Virgantria, Heru Handayanto, John Tambunan, Donny Arsal, Lidia M. Panjaitan, dan Saidu Solihin.
  • Terakhir, paket keempat yang mengusung Edwin Ridwan, turut diperkuat oleh Feb Sumandar, Gurasa Siagian, Suryadi, Freddy Hendradjaja, Aji Sudarmaji, serta Yohanes Arts Abimanyu.

Persaingan ketat ini diprediksi akan membawa dinamika baru bagi arah pengembangan pasar modal Indonesia ke depan, menuntut kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar