Haluannews Ekonomi – Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh sesuai target di 2025, ditopang pertumbuhan 5,12% pada kuartal II-2025. Optimisme ini juga berhembus di sektor Teknologi Informasi (IT). Namun, di balik pertumbuhan pendapatan RUN System yang mencapai 40% (yoy) di semester I-2025, tersimpan tantangan tersendiri. Presiden Direktur PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) atau RUN System, Sony Rachmadi Purnomo, mengungkapkan bahwa pelemahan daya beli menjadi kendala utama.

Related Post
RUN System, penyedia perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP), mengalami peningkatan permintaan seiring transformasi digital di berbagai sektor. ERP mereka membantu otomatisasi dan efisiensi operasional bisnis, mulai dari penjualan hingga keuangan. Namun, daya beli masyarakat yang melemah memaksa RUN System melakukan penyesuaian strategi. Mereka fokus mengembangkan solusi teknologi yang minim investasi awal bagi klien.

Pertumbuhan ekonomi yang positif tak lantas menjamin kelancaran bisnis IT. Tekanan inflasi dan daya beli yang lesu menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi pelaku industri. Strategi adaptasi seperti yang dilakukan RUN System, dengan menawarkan solusi terjangkau, menjadi kunci keberlangsungan bisnis di tengah gejolak ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ekonomi makro menunjukkan tren positif, perusahaan tetap harus jeli membaca dan merespon dinamika pasar yang kompleks. Wawancara eksklusif Sony Rachmadi Purnomo di program Power Lunch, Haluannews.id (Jumat, 12/09/2025) mengungkap lebih detail strategi bertahan dan ekspansi bisnis IT lokal di tengah tantangan ekonomi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar