Ekonomi RI ‘Tancap Gas’! Transaksi Digital Meledak Awal 2026, BI Ungkap Data Mengejutkan

Ekonomi RI 'Tancap Gas'! Transaksi Digital Meledak Awal 2026, BI Ungkap Data Mengejutkan

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Awal tahun 2026 menjadi periode yang sangat menjanjikan bagi geliat ekonomi digital di Indonesia. Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya lonjakan signifikan dalam transaksi ekonomi dan keuangan digital, sebuah pencapaian yang didukung penuh oleh sistem pembayaran yang tangguh, aman, dan dapat diandalkan.

COLLABMEDIANET

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Jumat (19/2/2026), mengungkapkan bahwa volume transaksi pembayaran digital telah mencapai angka fantastis 4,79 miliar transaksi. Angka ini mencerminkan pertumbuhan impresif sebesar 39,65% secara tahunan (yoy), sebuah indikasi kuat perluasan akseptasi pembayaran digital di seluruh lapisan masyarakat.

Ekonomi RI 'Tancap Gas'! Transaksi Digital Meledak Awal 2026, BI Ungkap Data Mengejutkan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00% (yoy) dan 23,25% (yoy). Yang paling mencolok adalah transaksi QRIS yang terus menunjukkan pertumbuhan luar biasa, mencapai 131,47% (yoy)," tegas Perry, sebagaimana dilansir Haluannews.id.

Perry menambahkan, kinerja positif ini tak lepas dari peningkatan jumlah pengguna serta merchant yang mengadopsi pembayaran digital. Dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, BI-FAST juga mencatatkan performa gemilang. Sistem ini berhasil memproses 455 juta transaksi, melonjak 34,41% (yoy), dengan nilai transaksi yang menembus Rp1.176 triliun pada Januari 2026.

Sementara itu, untuk transaksi bernilai besar yang vital bagi stabilitas keuangan, BI-RTGS mencatat 0,86 juta transaksi, tumbuh 7,60% (yoy), dengan nilai transaksi mencapai Rp19.555 triliun di bulan yang sama. Di sektor pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) juga mengalami peningkatan sebesar 12,41% (yoy), mencapai Rp1.267 triliun pada Januari 2026. Angka-angka ini secara kolektif menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi digital Indonesia terus berlanjut, memberikan optimisme kuat di awal tahun.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar