Ekonomi China 2026: Melesat Atau Melambat? Inilah Prediksinya!

Ekonomi China 2026: Melesat Atau Melambat? Inilah Prediksinya!

Haluannews Ekonomi – China menutup tahun 2025 dengan kepercayaan diri tinggi di panggung global, menjadi ekonomi utama pertama yang membalas tarif AS dan makin agresif memanfaatkan logam tanah jarang. Perusahaan teknologi China juga berhasil mengatasi pembatasan chip AS dan meluncurkan model AI berbiaya rendah yang menyaingi produk AS. Namun, muncul pertanyaan besar: seberapa kuatkah ekonomi China secara keseluruhan?

COLLABMEDIANET

Para pemimpin China akan membahas rencana kebijakan untuk tahun 2026 pada Konferensi Kerja Ekonomi Pusat mendatang. Berikut tiga masalah utama yang menjadi perhatian para ekonom:

Ekonomi China 2026: Melesat Atau Melambat? Inilah Prediksinya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id
  1. Sektor Properti yang Terus Memburuk: Masalah real estat China semakin parah, dengan fokus pada kesulitan keuangan raksasa properti Vanke. Penurunan peringkat utang Vanke oleh S&P Global Ratings memperburuk sentimen pasar. Edward Chan dari S&P Global Ratings memperingatkan bahwa jika Vanke mengalami kesulitan pendanaan, kepercayaan pembeli rumah akan terpukul, menyeret penjualan properti secara nasional. Goldman Sachs mencatat penurunan penjualan rumah baru pada November sebesar 20-30% dibandingkan tahun lalu, dan memperkirakan langkah-langkah pelonggaran properti lainnya akan diperkenalkan.

  2. Konsumsi Domestik yang Lemah: Pemerintah China berupaya mendorong konsumsi domestik, dengan merilis rencana besar untuk mengembangkan industri konsumen. Rencana tersebut menargetkan beberapa sektor bernilai triliunan yuan pada tahun 2027. Namun, analis Goldman Sachs mencatat kurangnya detail implementasi dan pengaturan pendanaan. Mereka menekankan bahwa pertumbuhan konsumsi berkelanjutan memerlukan dukungan kebijakan untuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Kekhawatiran juga muncul dari rasio kredit macet rumah tangga yang mencapai 1,33%, melebihi rasio korporasi.

  3. Ancaman Deflasi: Konsumen China semakin sadar harga, sementara perusahaan meningkatkan persaingan melalui pemotongan harga. Pertumbuhan penjualan pada acara belanja terbesar tahunan melambat. Tingkat inflasi utama mendekati nol dalam beberapa bulan terakhir. Ekonom Nomura, Ting Lu, memperkirakan Beijing akan meningkatkan dukungan kebijakan pada musim semi untuk memulai rencana lima tahun mendatang dengan awal yang kokoh. Data inflasi November akan dirilis pada 10 Desember, diikuti oleh data penjualan ritel, produksi industri, dan investasi pada 15 Desember.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar