Dua Jurus Jitu Thomas Djiwandono: Kunci Ketahanan Ekonomi RI Terkuak!

Dua Jurus Jitu Thomas Djiwandono: Kunci Ketahanan Ekonomi RI Terkuak!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Panggung kebijakan moneter nasional menyambut wajah baru. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas Djiwandono, resmi melakoni debut perdananya dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Februari 2026. Momen penting ini terjadi tak lama setelah pelantikannya pada 9 Februari 2026, menandai babak baru dalam kepemimpinan bank sentral.

COLLABMEDIANET

Dalam kesempatan tersebut, Thomas Djiwandono langsung menyoroti dua isu krusial yang menjadi perhatian utama. Pertama, ia menegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan likuiditas dan permodalan yang sangat solid. Penilaian ini bukan tanpa dasar, melainkan didukung oleh hasil stress test likuiditas yang komprehensif dari Departemen Surveillance Makroprudensial, Moneter, dan Pasar (DSMM) Haluannews.id.

Dua Jurus Jitu Thomas Djiwandono: Kunci Ketahanan Ekonomi RI Terkuak!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Di sini, di mana stress test telah dilakukan oleh DSMM, Departemen Surveillance Makroprudensial, Moneter, dan Pasar, hasil stress test itu juga menunjukkan ketahanan perbankan terhadap skenario tekanan eksternal," ujar Thomas, menjelaskan detail temuan penting tersebut.

Menurut Thomas, simulasi tekanan yang dilakukan DSMM secara jelas memperlihatkan kapabilitas perbankan nasional dalam menghadapi berbagai skenario tekanan eksternal yang mungkin timbul. Ketahanan ini, lanjutnya, diperkuat oleh fundamental korporasi yang sehat, tercermin dari kemampuan bayar dan tingkat profitabilitas yang tetap terjaga, memberikan bantalan kuat bagi stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global.

Poin kedua yang menjadi fokus Thomas adalah urgensi penguatan koordinasi lintas lembaga dengan pemerintah. Bank Indonesia, ungkapnya, tengah aktif mempersiapkan sinergi lebih lanjut dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan utamanya adalah merumuskan sebuah narasi ekonomi yang terpadu dan kohesif.

Narasi ini, menurut Thomas, sangat vital untuk disampaikan kepada para investor global dan lembaga pemeringkat kredit (credit rating agency), guna memberikan gambaran yang jelas dan meyakinkan mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan pasar dan mendukung aliran investasi ke dalam negeri.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar