Dony Oskaria Bongkar Mitos: Danantara, Jantung Investasi Negara!

Dony Oskaria Bongkar Mitos: Danantara, Jantung Investasi Negara!

Haluannews Ekonomi –
Jakarta – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, dengan tegas menepis keraguan publik mengenai fungsi lembaganya. Dony menegaskan bahwa Danantara memiliki kesamaan fundamental dengan lembaga pengelola dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) yang lazim ditemukan di berbagai belahan dunia. Pernyataan ini disampaikan Dony untuk meluruskan persepsi segelintir pihak yang masih mempertanyakan peran dan tujuan pembentukan Danantara.

COLLABMEDIANET
Dony Oskaria Bongkar Mitos: Danantara, Jantung Investasi Negara!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam acara Haluannews.id Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026), Dony Oskaria menggarisbawahi pentingnya pemahaman masyarakat terhadap Danantara. "Danantara adalah badan investasi milik pemerintah. Pemerintah mengkonsolidasikan seluruh aset investasi yang dimiliki ke dalam satu badan, yakni BPI Danantara. Konsep seperti ini sebetulnya umum dimiliki oleh negara-negara mana pun," jelas Dony. Ia juga menekankan bahwa lembaga ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia dan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kepentingan masyarakat luas.

Meski memiliki kesamaan prinsip, Dony juga menjelaskan adanya karakteristik unik yang membedakan Danantara dengan SWF di banyak negara lain. Jika sebagian besar SWF global memperoleh dana kelolaan dari kelebihan pendapatan negara, Danantara di Indonesia justru berlandaskan pada pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Makanya konsep kita adalah SOE (State Owned Enterprise) based SWF, di mana SWF kita sangat bergantung pada pengelolaan BUMN. Artinya, jika BUMN dikelola dengan baik, maka kinerja SWF (Danantara) juga akan optimal," terang Dony. Penjelasan ini penting untuk menghilangkan keraguan mengenai potensi aset-aset BUMN yang dijaminkan.

Lebih lanjut, Dony memaparkan struktur pengembangan Danantara yang terbagi menjadi dua entitas utama. Pertama adalah Danantara Asset Management (DAM), yang berfungsi sebagai superholding BUMN. Seluruh BUMN dikonsolidasikan di bawah DAM dengan tujuan utama menghindari pencampuran risiko antara operasional BUMN dengan aktivitas investasi.

Entitas kedua adalah Danantara Investment Management (DIM), yang bertugas menginvestasikan hasil pengelolaan BUMN dan dividen yang diterima. "Setiap tahun, DAM wajib memberikan dividen kepada DIM untuk kemudian diinvestasikan. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja yang luas, serta mengurangi ketergantungan terhadap investasi asing," pungkas Dony.

Dengan demikian, Danantara diharapkan dapat menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mengoptimalkan aset negara demi kemakmuran rakyat dan kemandirian ekonomi nasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar