Haluannews Ekonomi – Jakarta – Bank Indonesia (BI) merespons dinamika perekonomian nasional yang kian akseleratif dengan menggenjot pasokan uang tunai layak edar menjelang perayaan Idulfitri 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang memadai bagi masyarakat yang akan melakukan penukaran, seiring dengan percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi.

Related Post
Menurut Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali, nominal penukaran uang yang diselenggarakan melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 mengalami peningkatan signifikan 15% dari proyeksi awal. Total alokasi dana yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 185,6 triliun.

Katalis utama di balik kebijakan ini, terang Ricky, adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal IV-2025, perekonomian Indonesia tumbuh impresif 5,39% (year-on-year), mencatatkan rekor tertinggi sejak kuartal III-2022 yang mencapai 5,73%. Angka ini menandai pertumbuhan terkuat dalam 13 kuartal terakhir atau lebih dari tiga tahun. "Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan baik, tentunya kebutuhan uang tunai di tengah masyarakat akan meningkat. Karenanya kami lakukan peningkatan 15% untuk penukaran atau sekitar Rp 185,6 triliun," ujar Ricky dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Kamis (19/2/2026), seperti dikutip Haluannews.id.
Volume uang tunai yang disiapkan tahun ini juga melampaui angka tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 180,9 triliun. Tak hanya itu, BI juga meningkatkan nilai paket penukaran uang dari semula Rp 4,3 juta menjadi Rp 5,3 juta per paket, serta peningkatan jumlah paket penukaran hingga 86%, atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menukarkan uang tunai dalam jumlah yang lebih substansial.
Dari total alokasi tersebut, mayoritas atau sekitar Rp 177 triliun diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan perbankan, meliputi penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang. Sementara itu, Rp 8,6 triliun disiapkan khusus untuk layanan penukaran uang langsung kepada masyarakat, dengan nominal per paket sebesar Rp 5,3 juta.
Demi memastikan kenyamanan dan pemerataan akses, proses pemesanan penukaran uang kini wajib dilakukan melalui Aplikasi PINTAR. Secara nasional, BI bersama perbankan menyediakan 2.883 titik layanan dengan total 8.755 loket penukaran. Masyarakat dapat mengakses layanan ini melalui berbagai kanal, termasuk kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas publik.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan diselenggarakan di GBK Basketball Hall, Senayan, mulai tanggal 12 hingga 15 Maret 2026.
Mekanisme pemesanan melalui Aplikasi PINTAR dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pemesanan dimulai pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa, dan pada 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah di luar Pulau Jawa. Sementara itu, tahap kedua pemesanan akan dibuka pada 26 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa, dan pada 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah di luar Pulau Jawa.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar