Haluannews Ekonomi – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan sinyal kuat terkait potensi pembagian dividen dan perkembangan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk tahun buku 2025. Pernyataan ini menjadi sorotan investor yang menantikan prospek keuntungan dari bank pelat merah tersebut.

Related Post
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan bahwa usulan rasio pembayaran dividen atau Dividend Payout Ratio (DPR) untuk periode tersebut diperkirakan akan menyentuh angka 79%. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penetapan final mengenai besaran DPR ini akan diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan datang.

Riduan optimis bahwa DPR tahun ini akan lebih menguntungkan dibandingkan tahun sebelumnya. "Pasti lebih baik dari tahun lalu. Kita lihat saja capaian tahun lalu," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, pemegang saham BMRI menyetujui pembagian dividen sebesar 78% dari total laba bersih, yang setara dengan Rp 43,5 triliun. Angka tersebut diterjemahkan menjadi Rp 466,18 per lembar saham yang diterima oleh para investor.
Menyinggung mengenai Rencana Bisnis Bank (RBB), Riduan menjelaskan bahwa perseroan belum melakukan revisi terhadap dokumen yang telah disampaikan kepada regulator. Bank Mandiri masih berpegang pada RBB yang diajukan pada Desember lalu.
Ia menambahkan, evaluasi potensi revisi RBB kemungkinan akan dilakukan pada bulan Juni mendatang, setelah melihat perkembangan kinerja. "RBB sudah kami sampaikan Desember, jadi kami lanjutkan dengan RBB yang ada. Juni nanti baru kami tinjau untuk revisi atau tidak. Namun, kami selalu berupaya bekerja melampaui target RBB yang ditetapkan," imbuhnya.
Perlu dicatat, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan tipis 0,93% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan kinerja laba pada tahun 2024.
Pada periode yang sama, total aset bank juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 18,7% yoy. "Pertumbuhan aset ini jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional," pungkasnya dalam sebuah konferensi pers.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar