Diusir dari Negeri Sendiri, Kini Kuasai Hotel Miliaran Dolar!

Diusir dari Negeri Sendiri, Kini Kuasai Hotel Miliaran Dolar!

Haluannews Ekonomi – Jaringan hotel mewah Aman Resort dikenal luas di seluruh penjuru dunia, menawarkan pengalaman menginap dengan estetika budaya yang kental dan layanan eksklusif. Dengan tarif fantastis yang seringkali menyentuh puluhan juta rupiah per malam, Aman Resort telah menjadi magnet bagi pelancong kelas atas dari berbagai negara. Di Indonesia, salah satu properti ikoniknya, Amanjiwo di Magelang, Jawa Tengah, bahkan menyuguhkan pemandangan Candi Borobudur yang spektakuler.

COLLABMEDIANET

Namun, di balik gemerlapnya nama besar Aman Group, tersimpan kisah inspiratif seorang putra bangsa dari Sukabumi, Jawa Barat. Adalah Adrian Willem Ban Kwie Lauw-Zecha, atau yang lebih dikenal sebagai Adrian Zecha, sosok visioner yang mendirikan kerajaan hotel global ini. Perjalanan hidupnya tak semulus yang dibayangkan; ia pernah terusir dari tanah kelahirannya, namun justru bangkit dan membalas dendam dengan membangun salah satu merek perhotelan paling prestisius di dunia.

Diusir dari Negeri Sendiri, Kini Kuasai Hotel Miliaran Dolar!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Adrian Zecha terlahir dari keluarga Tionghoa terpandang dan berada di Sukabumi. Mely Tan dalam bukunya "The Chinese of Sukabumi" (1963) menyebut keluarganya sebagai "cabang atas", merujuk pada kalangan Tionghoa yang sukses dan kaya raya di Indonesia pada masanya. Ayahnya, William Lauw-Zecha, bahkan tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil lulus dari Iowa University, Amerika Serikat, pada tahun 1923. Saudara-saudaranya pun menempati posisi strategis di pemerintahan kolonial, memberikan Adrian akses dan kemudahan yang tak banyak dimiliki orang lain. Ia sempat mengenyam pendidikan di Pennsylvania sekitar tahun 1950-an.

Namun, kemewahan dan kedudukan terhormat keluarganya di Indonesia seketika runtuh pada periode 1956-1957. Kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta oleh Presiden Soekarno, yang dibarengi dengan meningkatnya sentimen anti-non-Indonesia, berakibat fatal bagi bisnis keluarga Zecha. Aset-aset mereka diambil alih oleh negara, memaksa seluruh keluarga angkat kaki dan bermukim di Singapura. Beruntung, Adrian saat itu masih berada di Amerika Serikat, melanjutkan kariernya sebagai jurnalis di majalah Time.

Jauh sebelum terjun ke industri perhotelan pada 1988, Adrian Zecha memang meniti karier sebagai jurnalis wisata di berbagai media. Profesi ini membawanya berkeliling dunia, menjelajahi berbagai destinasi dan mengamati lanskap pariwisata global. Pengalaman inilah yang menumbuhkan minatnya yang mendalam di bidang pariwisata dan perhotelan. Martin Roll, dalam "Asian Brand Strategy" (2015), mencatat bahwa sentuhan pertama Adrian dengan bisnis hotel terjadi pada tahun 1972, ketika ia turut membangun Regent International Hotels, sebelum akhirnya mendirikan Aman Resort.

Inspirasi pendirian Aman Resort sendiri bermula dari ketidakpuasannya terhadap model bisnis perhotelan konvensional saat itu. Adrian merasa bahwa hotel-hotel besar dengan banyak kamar dan beragam kelas justru merusak keindahan alam dan lokasi wisata di sekitarnya. Ia memimpikan sebuah konsep hotel yang berbeda: eksklusif, intim, dan berukuran kecil, dengan maksimal 50 kamar saja. Konsep ini memungkinkan hotel untuk didirikan di lokasi-lokasi terpencil yang masih alami, tanpa mengganggu keaslian lanskap.

Wujud nyata dari visinya terwujud di Phuket, Thailand. Bersama temannya, Anil Thadani, Adrian berinvestasi US$4 juta untuk membangun hotel pertamanya. Pada Desember 1987, hotel itu selesai dan diberi nama Amanpuri. Nama "Aman" diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti "Damai", mencerminkan filosofi Adrian yang ingin memberikan ketenangan dan kedamaian kepada setiap pengunjung. Dengan kurang dari 50 kamar, Amanpuri menjamin pelayanan yang sangat personal dan maksimal, sebuah pendekatan yang kontras dengan hotel-hotel lain yang mengutamakan kuantitas.

Masih mengutip "Asian Brand Strategy" (2015), strategi unik Adrian Zecha ini sukses memberikan pengalaman berbeda kepada tamu, menjadikannya semakin terkenal. Keberhasilan Aman juga tak lepas dari kepiawaiannya dalam memilih lokasi. Adrian memiliki insting tajam untuk menemukan destinasi wisata terpencil yang belum terjamah, lalu mendirikan Aman di sana. Kini, Aman Group telah bertransformasi menjadi salah satu ikon perhotelan mewah global, beroperasi di lebih dari 20 negara. Setiap hotel yang menyandang nama depan "Aman", seperti Amanjiwo, Amanpuri, atau Amankila, berada di bawah naungan Aman Group yang didirikan oleh pria asal Sukabumi ini.

Meskipun saat ini CEO Aman dipegang oleh Vladislav Doronin dari Rusia, warisan dan filosofi yang ditanamkan Adrian Zecha tetap menjadi inti dari kesuksesan Aman. Kisah Adrian adalah bukti nyata bahwa keterusiran dan kesulitan bisa menjadi pijakan untuk mencapai kesuksesan global yang membanggakan. Masyarakat Indonesia patut berbangga atas ide cemerlang dan kegigihan putra bangsa yang mampu mengukir nama besar di kancah perhotelan dunia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar