Haluannews Ekonomi – PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten jasa kontraktor pertambangan yang bernaung di bawah Grup Bakrie, baru-baru ini mengumumkan langkah korporasi strategis melalui program pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Aksi ini melibatkan alokasi dana fantastis sebesar Rp429,99 miliar untuk mengakuisisi sebanyak 790,69 juta lembar saham. Keputusan ini sontak menarik perhatian pelaku pasar, mengingat skala dan potensi dampaknya terhadap valuasi serta kepercayaan investor.

Related Post
Direktur PT Darma Henwa, Ricardo Silaen, menjelaskan bahwa inisiatif buyback ini merupakan bagian integral dari strategi komprehensif perusahaan untuk memperkuat kinerja finansial dan operasional hingga tahun 2026. Lebih lanjut, Silaen menegaskan bahwa langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis DEWA yang dinilai sangat menjanjikan di tengah dinamika industri pertambangan. Ia juga menyatakan optimisme tinggi bahwa kinerja perusahaan hingga akhir tahun 2025 akan membukukan hasil positif, didorong oleh keberhasilan transformasi bisnis yang secara fundamental mengerek performa operasional perusahaan.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, DEWA telah merancang strategi bisnis yang agresif untuk periode 2025 dan 2026. Perusahaan berencana untuk melakukan investasi signifikan dalam penambahan alat berat guna menunjang peningkatan kapasitas layanan jasa pertambangan secara in-house. Targetnya, porsi pekerjaan in-house yang pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 75% akan ditingkatkan secara penuh menjadi 100% pada tahun 2026, sebuah langkah yang akan menghilangkan ketergantungan pada subkontraktor dan meningkatkan efisiensi biaya. Dari sisi kapasitas pekerjaan, DEWA menargetkan kenaikan volume pertambangan yang substansial, dari 125 juta bcm (bank cubic meter) pada tahun 2025 menjadi 160 juta bcm di tahun 2026. Peningkatan ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap permintaan sektor pertambangan yang berkelanjutan.
Detail lebih lanjut mengenai strategi bisnis DEWA untuk tahun 2026, serta prospek dan tantangan yang dihadapi dalam industri jasa pertambangan yang kompetitif, telah dibahas secara mendalam. Wawancara eksklusif dengan Direktur PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Ricardo Silaen, dapat disimak dalam program Closing Bell Haluannews.id pada Rabu, 7 Januari 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar