Detik-detik Jepang Lolos Resesi! Ini Fakta Mengejutkan PDB

Detik-detik Jepang Lolos Resesi! Ini Fakta Mengejutkan PDB

Haluannews Ekonomi – Ekonomi Jepang berhasil menghindar dari jurang resesi teknis pada kuartal keempat (Q4) 2024, setelah mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,1%. Data terbaru yang dirilis pada Senin dan dikutip Haluannews.id pada Selasa (16/2/2025) ini menjadi angin segar bagi Negeri Sakura setelah periode kontraksi di kuartal sebelumnya.

COLLABMEDIANET

Sebelumnya, pada kuartal ketiga (Q3) 2024, Jepang mengalami kontraksi ekonomi yang signifikan sebesar -0,7%. Lolosnya dari resesi teknis, yang secara umum didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, menjadi kabar baik meski pertumbuhan yang dicapai sangat minim.

Detik-detik Jepang Lolos Resesi! Ini Fakta Mengejutkan PDB
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 0,1% ini jauh di bawah ekspektasi pasar. Para ekonom yang disurvei Reuters, misalnya, memproyeksikan pertumbuhan mencapai 0,4% pada tiga bulan terakhir 2024, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Jepang masih berjalan lambat dari perkiraan.

Merujuk data dari Trading Economics, beberapa komponen PDB menunjukkan dinamika yang beragam. Investasi bisnis pulih dengan kenaikan 0,2%, membalikkan kontraksi -0,3% pada Q3. Namun, konsumsi swasta hanya tumbuh 0,1%, merupakan yang terendah dalam setahun terakhir. Perlambatan ini diyakini akibat tekanan biaya hidup yang terus berlanjut, terutama kenaikan harga makanan yang membebani daya beli masyarakat. Pengeluaran pemerintah juga menunjukkan stagnasi dengan pertumbuhan 0,1%. Di sisi lain, perdagangan bersih tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan, dengan ekspor dan impor sama-sama menurun 0,3%.

Secara eksternal, hambatan dari tarif Amerika Serikat sebesar 15% secara bertahap menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, ketegangan diplomatik dengan Tiongkok masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai dan dapat memengaruhi prospek perdagangan Jepang ke depan.

Bank Sentral Jepang (BOJ) pada Januari lalu sempat menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9% dari 0,7%. Prospek untuk tahun fiskal 2026 juga dinaikkan menjadi 1% dari 0,7%. BOJ memperkirakan ekspansi moderat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara lain, siklus positif kenaikan harga dan upah, serta langkah-langkah ekonomi pemerintah dan kondisi keuangan yang akomodatif.

Di sisi inflasi, Jepang mencatat perlambatan tajam menjadi 2,1% pada Januari, level terendah sejak Maret 2022. Meski demikian, angka inflasi ini masih berada di atas target 2% Bank Sentral Jepang selama 45 bulan berturut-turut, menunjukkan tantangan dalam menstabilkan harga pada level yang diinginkan.

Lolosnya Jepang dari resesi teknis ini memberikan sedikit kelegaan, namun tantangan berupa pertumbuhan yang melambat, tekanan konsumsi domestik, dan dinamika geopolitik global tetap menjadi pekerjaan rumah yang kompleks bagi pemerintah dan bank sentral untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar