Dana Rp16 T Meluncur! Lahan Lippo Disulap Jadi 140 Ribu Rumah MBR!

Dana Rp16 T Meluncur! Lahan Lippo Disulap Jadi 140 Ribu Rumah MBR!

Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap mengucurkan dana fantastis tahap awal sekitar Rp 14 hingga 16 triliun untuk mewujudkan program mercusuar 3 juta rumah yang digagas oleh Prabowo. Proyek ambisius ini akan berdiri di atas lahan hibah dari Lippo Grup, ditujukan khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

COLLABMEDIANET

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa hunian vertikal yang akan dibangun mencapai 140 ribu unit. Sebagai langkah awal, 18 menara dengan 32 lantai akan didirikan di atas lahan seluas 12,8 hektare. "Perhitungannya, jika proyek ini terealisasi dengan 32 lantai, kurang lebih investasinya berkisar antara Rp 14 sampai Rp 16 triliun," ungkap Rosan di Cikarang, seperti dikutip Haluannews.id pada Selasa (10/3/2026).

Dana Rp16 T Meluncur! Lahan Lippo Disulap Jadi 140 Ribu Rumah MBR!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rosan menambahkan, Danantara akan memberikan dukungan penuh melalui sinergi dengan perusahaan pelat merah, mulai dari sektor konstruksi hingga perbankan. Ia optimis program hunian MBR ini akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. "Dari segi pembiayaan, kami akan support karena ini proyek yang sangat baik, dan kalau dilihat, supply and demand-nya sangat tinggi," jelasnya.

Danantara berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pihak swasta demi memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia. "Kami akan dukung secara penuh, dan kami memiliki BUMN-BUMN karya yang bisa bekerja sama dalam proyek ini, tentunya bersama perusahaan swasta lainnya. Ini adalah peran Danantara," imbuhnya.

Sebelumnya, Maruarar Sirait, salah satu tokoh yang terlibat dalam program ini, mengungkapkan bahwa Lippo Grup telah menghibahkan lahan seluas lebih dari 30 hektare di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara pemerintah dan swasta dalam mengatasi backlog perumahan nasional. "30 hektare itu luar biasa. Tim Danantara memperkirakan bisa menghasilkan sekitar 140 ribu unit," ujar Ara, sapaan akrabnya, di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3).

Ara juga menyebutkan estimasi nilai lahan hibah tersebut. "Tanah hibah 30 hektare ini, jika dihitung Rp 15-20 juta per meter persegi, nilainya bisa mencapai Rp 4,5 hingga Rp 6 triliun," paparnya.

Skema pembiayaan hunian MBR ini akan melibatkan subsidi dari APBN serta dukungan perbankan, baik bank Himbara maupun bank swasta, dengan perpanjangan tenor cicilan hingga 30 tahun. "Kita naikkan tenor cicilan rakyat Indonesia menjadi 30 tahun agar cicilannya tidak memberatkan," kata Ara.

Pada kesempatan yang sama, Rosan Roeslani menekankan bahwa pembangunan 140 ribu unit dalam satu proyek ini merupakan sejarah baru. Ia menyoroti dampak ekonomi berlipat ganda (multiplier effect) yang akan dihasilkan oleh sektor perumahan dan properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. "Kalau dibayangkan, itu banyak sekali. Multiplier effect-nya akan luar biasa, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, peningkatan ekonomi, hingga menggerakkan roda perekonomian," urainya.

"Pertumbuhan tidak hanya di daerah sini, di Jawa Barat, tapi seluruh Indonesia akan merasakan dampaknya, bukan hanya kita, tapi 140.000 keluarga dan seluruh rakyat Indonesia," tambahnya.

Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satuan Tugas Perumahan, menambahkan bahwa program hunian ini memiliki dampak ekonomi yang masif karena melibatkan lebih dari 180 bidang ekonomi terkait properti, konstruksi, dan perumahan. "Industri perumahan memiliki multiplier effect dampak ekonomi yang luar biasa, bisa 1,5 hingga 5 kali," sebut Hashim.

Ia memberikan contoh konkret. "14

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar