Haluannews Ekonomi – Euforia melanda saham emiten rokok PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC). Harga sahamnya melonjak signifikan dalam sebulan terakhir. Manajemen ITIC mengakui fenomena ini dipicu oleh sentimen positif sejak pergantian Menteri Keuangan RI.

Related Post
Direktur Utama ITIC, Djonny Saksono, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, "Sentimen positif terhadap saham perseroan terjadi sejak adanya pergantian Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI)," Kamis (2/10/2025). Pernyataan ini merujuk pada pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani.

Kebijakan Purbaya yang cenderung menahan diri dari kenaikan cukai rokok menjadi angin segar bagi industri. Purbaya menekankan pertimbangan keberlanjutan industri, lapangan pekerjaan, dan kesehatan dalam setiap keputusannya. Ia bahkan menawarkan penurunan tarif cukai agar tidak terjadi PHK. Fokusnya saat ini adalah memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan kesehatan masyarakat.
Efek "Purbaya" ini langsung terasa di pasar modal. Saham ITIC meroket 118% hingga suspensi perdagangan pada 26 September 2025. Emiten rokok lainnya pun ikut menikmati berkah serupa. Gudang Garam (GGRM) naik 35,35%, Wismilak Inti Makmur (WIIM) naik 36,76%, dan HM Sampoerna (HMSP) naik 28,57% sejak Purbaya dilantik hingga 1 Oktober 2025.
Stabilnya kebijakan cukai rokok di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan harapan baru bagi industri rokok, yang tercermin dari performa saham emiten-emiten terkait. Investor tampaknya menyambut baik sinyal keberpihakan pemerintah terhadap keberlangsungan industri ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar