Haluannews Ekonomi – Bursa saham Tokyo mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari Selasa (18/11), dengan indeks Nikkei 225 anjlok hingga 2%. Aksi jual masif di sektor teknologi menjadi penyebab utama, diperparah kekhawatiran resesi di Amerika Serikat yang semakin membayangi.

Related Post
Pada sesi awal perdagangan, Nikkei 225 terjun bebas 914,12 poin atau setara 1,82%, mencapai level 49.409,79. Indeks Topix juga tak luput dari tekanan, merosot 42,16 poin atau 1,26% ke posisi 3.305,37. Bahkan, sempat terjadi kepanikan yang membuat Nikkei anjlok lebih dari 1.200 poin atau 2%.

Kepanikan pasar dipicu pernyataan Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson, yang memperingatkan potensi pelemahan pasar tenaga kerja AS. Sinyal ini langsung diartikan sebagai ancaman perlambatan ekonomi yang lebih dalam di Negeri Paman Sam, memicu aksi jual besar-besaran.
Sektor semikonduktor menjadi korban utama, mengikuti jejak kinerja buruk sektor teknologi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Para analis pasar menyebutkan bahwa sentimen negatif dari AS dengan cepat menjalar ke bursa Tokyo, menyeret indeks utama ke zona merah dan membuat investor panik melakukan aksi jual.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar