Haluannews Ekonomi – PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), entitas bisnis yang bergerak di sektor gas alam, memberikan klarifikasi strategis terkait rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp250 miliar. Manajemen RAJA dengan tegas memastikan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu stabilitas kepemilikan saham publik atau free float di pasar, sesuai dengan regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Related Post
Dalam keterbukaan informasi yang diterima Haluannews.id pada Senin (23/2/2026), Sekretaris Perusahaan RAJA, Yuni Pattinasarani, menggarisbawahi komitmen perseroan terhadap kepatuhan regulasi. "Pelaksanaan buyback telah melalui perhitungan cermat dan tidak akan memengaruhi pemenuhan ketentuan minimum Saham Free Float sebagaimana dipersyaratkan oleh Bursa Efek Indonesia," ungkap Yuni.

Yuni merinci, sebelum rencana buyback ini dieksekusi, data per 28 Januari 2026 menunjukkan komposisi free float RAJA mencapai 24,67%. Angka ini merepresentasikan sekitar 1,04 miliar lembar saham yang beredar di tangan publik.
Setelah melakukan simulasi pelaksanaan buyback, RAJA memproyeksikan komposisi kepemilikan saham akan berubah. Total saham tercatat menjadi 4,22 miliar lembar, dengan 54,46 juta saham treasury, dan 988,43 juta saham free float. Dengan demikian, persentase free float pasca-aksi korporasi diperkirakan akan tetap signifikan, yakni 23,38%. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum BEI sebesar 7,5% dan bahkan tetap berada di atas potensi peningkatan batas minimum menjadi 15% yang sedang dalam tahap perencanaan.
Manajemen RAJA menambahkan bahwa perhitungan dan simulasi dilakukan secara prudent sebelum menetapkan jumlah buyback. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa struktur kepemilikan publik tetap terjaga, likuiditas perdagangan saham perseroan tetap memadai, serta perseroan tetap sepenuhnya memenuhi seluruh ketentuan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
"Dengan demikian, rencana buyback Perseroan tidak akan dan tidak berpotensi menyebabkan terjadinya pelanggaran atas ketentuan minimum Saham Free Float," tegas Yuni. Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan buyback di luar mekanisme Bursa Efek.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar