BUMN Guncang Pasar! Laba Diproyeksi Meroket Rp 400 T di 2027

BUMN Guncang Pasar! Laba Diproyeksi Meroket Rp 400 T di 2027

Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara tegas meluruskan narasi yang beredar di publik mengenai dugaan kerugian BUMN sebesar Rp50 triliun. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengklarifikasi bahwa perusahaan pelat merah justru berhasil membukukan keuntungan signifikan sebesar Rp332 triliun pada tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan Dony dalam acara Haluannews.id Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Selasa (10/2/2026).

COLLABMEDIANET

Dony, yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, menjelaskan bahwa angka Rp50 triliun yang disebut sebagai kerugian sebenarnya merupakan potensi yang dapat dioptimalkan. Potensi ini terdiri dari Rp20 triliun yang berasal dari kerugian 52% dari total 1.043 perusahaan BUMN, serta Rp30 triliun dari potensi efisiensi yang belum terealisasi. "Jika potensi ini berhasil kita kelola tanpa mengubah model bisnis yang ada, laba kita tahun depan, setelah proses konsolidasi, seharusnya bisa mencapai Rp380 triliun," ungkap Dony.

BUMN Guncang Pasar! Laba Diproyeksi Meroket Rp 400 T di 2027
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk tahun berjalan, melalui PT Danantara Aset Manajemen (DAM), BUMN menargetkan perolehan laba sebesar Rp360 triliun. "Masyarakat perlu memahami bahwa BUMN memberikan kontribusi keuntungan yang sangat besar, dengan target Rp360 triliun pada tahun ini," tegas Dony, menyoroti peran vital BUMN sebagai penyumbang pajak dan pendapatan negara.

Dalam upaya meningkatkan kinerja, BUMN tengah melakukan konsolidasi masif, merampingkan lebih dari 1.000 perusahaan menjadi hanya 30 klaster utama. Proses ini melibatkan peninjauan ulang menyeluruh terhadap aliran pendapatan (revenue stream), komposisi pendapatan, struktur biaya, margin EBITDA, dan berbagai indikator keuangan lainnya. "Kami berharap, dengan strategi ini, target laba Rp360 triliun untuk tahun 2026 dapat tercapai," jelasnya.

Lebih jauh, Dony memproyeksikan ambisius untuk tahun 2027. Ia secara pribadi menargetkan laba BUMN dapat menembus angka Rp400 triliun. "Ini menunjukkan bahwa BUMN adalah salah satu entitas bisnis terbesar di dunia, dengan potensi laba yang terus bertumbuh secara signifikan," pungkas Dony, menggambarkan optimisme terhadap masa depan perusahaan negara.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar