Haluannews Ekonomi – Prospek investasi di pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan positif. Dimas Yusuf, Investment Director Succor Asset Management, menyatakan optimismenya yang kuat, didorong oleh dua pilar utama: reformasi pengelolaan BUMN dan arah kebijakan fiskal pemerintah yang strategis. Pandangan ini mengindikasikan potensi pertumbuhan signifikan yang patut dicermati oleh para investor.

Related Post
Salah satu katalis utama optimisme tersebut datang dari inisiatif Badan Pengelola Aset BUMN (BPI Danantara). Lembaga ini tengah gencar melakukan reformasi fundamental dalam pengelolaan BUMN, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong kinerja bisnis secara signifikan. Perbaikan tata kelola dan performa BUMN ini diharapkan akan berdampak langsung pada emiten-emiten BUMN di bursa. Kondisi ini, menurut Dimas, menciptakan peluang emas bagi para investor untuk kembali melirik dan menanamkan modalnya di sektor strategis tersebut.

Selain reformasi BUMN, sentimen lain yang tak kalah penting dan menjadi perhatian serius para pelaku pasar adalah terkait pengelolaan fiskal negara serta efektivitas program-program unggulan pemerintah. Kebijakan-kebijakan ini dipandang krusial dalam membentuk arah dan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan. Kondisi fiskal yang sehat dan program pemerintah yang tepat sasaran diyakini mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sekaligus memberikan kepastian bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Bagaimana para pelaku pasar menginterpretasikan dampak arah kebijakan pemerintah terhadap prospek investasi di Indonesia? Pembahasan mendalam mengenai hal ini telah diulas tuntas oleh Syarifah Rahma bersama Investment Director Succor Asset Management, Dimas Yusuf, dalam program Squawk Box Haluannews.id pada Rabu, 11 Februari 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar