BUMI Melejit! Laba US$81 Juta Meski Harga Batu Bara Anjlok?

BUMI Melejit! Laba US$81 Juta Meski Harga Batu Bara Anjlok?

Haluannews Ekonomi – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu emiten pertambangan batu bara terbesar di Indonesia, berhasil membukukan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025. Di tengah gejolak pasar komoditas dan tren penurunan harga batu bara global, BUMI mencatatkan laba bersih sebesar US$81 juta.

COLLABMEDIANET

Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 20,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan perolehan laba bersih di tahun 2024 yang mencapai US$67,5 juta. Kenaikan laba ini menjadi sorotan para analis pasar, mengingat kondisi harga komoditas yang kurang mendukung.

BUMI Melejit! Laba US Juta Meski Harga Batu Bara Anjlok?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut laporan keuangan yang dirilis, pertumbuhan laba BUMI didorong oleh kombinasi peningkatan pendapatan dan manajemen beban yang ketat. Emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Grup Salim ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$1,4 miliar, naik 4,8% yoy dari US$1,36 miliar pada periode sebelumnya.

Menariknya, di saat pendapatan tumbuh, beban pokok pendapatan justru berhasil ditekan. Beban operasional inti ini turun 1,2% yoy menjadi US$1,18 miliar. Efisiensi ini berbuah manis, tercermin dari laba bruto perusahaan yang melonjak 47,1% yoy, mencapai US$249,1 juta.

Ricco Surya, Head of Corporate Communications BUMI, dalam siaran pers kepada Haluannews.id pada Senin (30/3/2026), menegaskan komitmen perusahaan. "Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin," ujarnya.

Dari sisi operasional, produksi batu bara BUMI sedikit meningkat 0,2% yoy menjadi 74,8 juta ton. Namun, volume penjualan batu bara mengalami sedikit penurunan 2% menjadi 74,6 juta ton.

Ke depan, Bumi Resources menyatakan komitmennya untuk terus menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang. Untuk tahun 2026, BUMI memproyeksikan penjualan batu bara antara 76-78 juta ton dengan perkiraan harga rata-rata US$60 hingga US$62 per ton.

Di pasar modal, saham BUMI terpantau menguat 5,61% ke level Rp 226 pada penutupan perdagangan hari ini. Namun, secara year-to-date, saham BUMI masih mencatatkan koreksi signifikan sebesar 46,19% setelah sempat menyentuh harga penutupan Rp 464 di awal tahun. Kinerja positif ini diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham BUMI ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar