Bukan Sekadar Modal! OJK Ungkap Resep UMKM Naik Kelas

Bukan Sekadar Modal! OJK Ungkap Resep UMKM Naik Kelas

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa upaya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak bisa hanya mengandalkan suntikan pembiayaan semata. Diperlukan sebuah pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan literasi keuangan, pemahaman produk dan layanan lembaga jasa keuangan, pendampingan intensif, pengembangan kapasitas bisnis, hingga perluasan jangkauan pasar.

COLLABMEDIANET

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menggarisbawahi bahwa strategi penguatan pembiayaan bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan skema rantai pasok adalah dua elemen krusial yang saling menopang.

Bukan Sekadar Modal! OJK Ungkap Resep UMKM Naik Kelas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Menurutnya, KUR memegang peranan vital, terutama dalam menjangkau pelaku UMKM yang belum memiliki riwayat kredit atau yang skala bisnisnya belum memungkinkan untuk terhubung ke dalam rantai pasok. Lebih dari itu, KUR berfungsi sebagai gerbang awal bagi UMKM untuk membangun kredibilitas finansial, yang pada gilirannya akan memfasilitasi integrasi mereka ke dalam ekosistem industri yang lebih luas," jelas Dian dalam pernyataan tertulis yang diterima Haluannews.id pada Selasa (17/3/2026).

Dian menambahkan, penting bagi UMKM untuk mendapatkan dukungan agar mampu terkoneksi dengan rantai pasok perusahaan-perusahaan besar, baik di kancah domestik maupun global, mengikuti tren yang lazim di berbagai negara maju.

Komitmen ini, lanjutnya, telah diabadikan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2025. Regulasi tersebut secara tegas mendorong sinergi antara UMKM dan korporasi besar sebagai elemen integral dari ekosistem rantai pasok. Selain itu, POJK ini juga mengamanatkan lembaga jasa keuangan (LJK) untuk menyediakan akses pembiayaan yang lebih sederhana, akurat, cepat, terjangkau, dan merata.

"OJK secara berkelanjutan berkoordinasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait guna memperkuat konektivitas antara UMKM dan perusahaan-perusahaan skala besar," imbuhnya.

Ia memaparkan bahwa OJK memantau keterhubungan UMKM dengan korporasi besar melalui skema penyaluran pembiayaan oleh Lembaga Jasa Keuangan. Data OJK menunjukkan adanya tren peningkatan pada pembiayaan berbasis rantai pasok (supply chain financing), sebuah indikasi kuat semakin solidnya kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar.

"Sektor perbankan, lanjutnya, telah menyediakan beragam produk dan layanan yang dirancang khusus untuk skema pembiayaan UMKM yang terintegrasi dalam rantai pasok," tuturnya.

Untuk masa mendatang, OJK berkomitmen untuk terus mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga guna mewujudkan sinergi kebijakan yang mendukung ekosistem pengembangan UMKM. Ini mencakup dorongan konsisten terhadap implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025, fasilitasi pengembangan skema pembiayaan rantai pasok yang lebih inovatif, serta dukungan terhadap kebijakan insentif bagi korporasi besar yang proaktif dalam memberdayakan UMKM mitra binaan mereka.

"OJK menyatakan optimisme tinggi bahwa dengan sinergi yang solid antara regulator, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah, dan kalangan pengusaha, ekosistem UMKM nasional akan tumbuh semakin tangguh dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar