Haluannews Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis, 23 April 2025. Salah satu poin krusial dalam agenda rapat adalah usulan persetujuan atas akuisisi portofolio kredit senilai fantastis Rp15,43 triliun, sebuah langkah strategis yang berpotensi mengubah lanskap bisnis perseroan.

Related Post
Langkah akuisisi portofolio kredit ini dipandang sebagai strategi fundamental BTN untuk memperkokoh fundamental bisnis dan mengakselerasi pertumbuhan portofolio kreditnya. Portofolio ini direncanakan akan diambil alih dari lembaga jasa keuangan perbankan pihak ketiga di Indonesia. Estimasi nilai transaksi ini diproyeksikan mencapai maksimal Rp15,432 triliun, merepresentasikan sekitar 42,6% dari total ekuitas perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 yang telah diaudit. Kendati demikian, penetapan nilai final transaksi masih menunggu hasil proses uji tuntas (due diligence) yang akan dilakukan oleh konsultan independen yang ditunjuk perseroan. Sebagai implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan transparansi kepada para pemegang saham, perseroan akan mengajukan rencana transaksi ini untuk mendapatkan persetujuan dalam RUPST. Demikian informasi yang dihimpun Haluannews.id, Kamis (2/4/2026).

Di luar agenda akuisisi yang signifikan tersebut, RUPST BTN juga akan mengupas sepuluh mata acara penting lainnya. Mata acara krusial meliputi persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan, termasuk laporan pengawasan dewan komisaris dan laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) untuk tahun buku 2025. Agenda ini juga mencakup pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada direksi dan dewan komisaris atas kinerja yang telah dijalankan sepanjang tahun buku 2025.
Para pemegang saham juga akan dimintai persetujuan terkait alokasi laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, serta penetapan gaji, honorarium, fasilitas, tunjangan, dan remunerasi kinerja bagi direksi dan dewan komisaris untuk periode terkait. Aspek tata kelola dan perencanaan strategis juga menjadi fokus, dengan agenda penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan PUMK tahun buku 2026, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya, serta pembaruan rencana aksi pemulihan (recovery plan) perseroan.
Selain itu, RUPST akan meninjau penetapan kebijakan dan implementasi dual program dana pensiun BTN, usulan perubahan anggaran dasar perseroan, laporan realisasi penggunaan dana dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berwawasan sosial dan obligasi subordinasi tahun 2025, serta agenda vital terkait pengangkatan kembali anggota direksi dan perubahan susunan dewan komisaris.
Secara keseluruhan, RUPST ini menjadi forum krusial yang akan membentuk arah strategis dan prospek kinerja BTN di masa mendatang, khususnya dalam upaya ekspansi dan penguatan portofolio kreditnya di tengah dinamika pasar.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar