BTN Guncang Pasar! Bank Legendaris Ini Kini Jagoan Digital & Lifestyle

BTN Guncang Pasar! Bank Legendaris Ini Kini Jagoan Digital & Lifestyle

Haluannews Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara agresif mempercepat laju transformasinya, bukan lagi sekadar bank spesialis pembiayaan perumahan, melainkan juga pemain kunci dalam layanan berbasis gaya hidup digital. Pergeseran strategis ini bertujuan untuk memperkuat bisnis "beyond mortgage" atau melampaui pembiayaan KPR tradisional.

COLLABMEDIANET

Manifestasi nyata dari perubahan ini adalah kehadiran aplikasi Bale by BTN, sebuah platform yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transaksi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z. Sejak diluncurkan pada 9 Februari 2025, Bale by BTN telah menarik perhatian signifikan, dengan jumlah pengguna mencapai 3,7 juta akun.

BTN Guncang Pasar! Bank Legendaris Ini Kini Jagoan Digital & Lifestyle
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lonjakan pengguna ini secara signifikan mendongkrak volume transaksi Bale by BTN, yang melonjak impresif 79,2% secara tahunan (YoY) menjadi 2,2 miliar transaksi per 31 Desember 2025. Total nilai transaksi yang berhasil dibukukan melalui aplikasi ini pun menembus angka fantastis Rp103,6 triliun. Kontribusi Bale by BTN terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN juga tak kalah mengesankan, mencapai Rp22,8 triliun hingga akhir 2025, tumbuh 15,3% YoY dari Rp19,7 triliun pada periode sebelumnya.

Tak berhenti di aplikasi, BTN juga mengakselerasi digitalisasi melalui pembukaan BTN Digital Store di berbagai kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Hingga kini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di seluruh Indonesia. Kantor cabang digital ini merevolusi pengalaman nasabah dengan menggantikan fungsi teller dan customer service konvensional menggunakan sistem berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Nasabah kini dapat membuka rekening hanya dalam waktu 3-5 menit melalui pemindaian KTP yang terintegrasi langsung dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa BTN adalah bank nasional dengan sejarah panjang dan kontribusi strategis yang tak terbantahkan dalam pembangunan perumahan di Indonesia. Bank yang berakar sejak 1897 sebagai Postpaarbank ini terus beradaptasi dan bertransformasi mengikuti dinamika zaman.

Tonggak penting dalam sejarah BTN dimulai pada 9 Februari 1950, saat bank ini resmi lahir kembali sebagai bank nasional. Peran strategis BTN semakin menguat pada tahun 1976, ketika menjadi pionir penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama di Indonesia. "Sejak saat itu, BTN telah menjadi fondasi utama penyokong pembiayaan perumahan rakyat dan bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional," ujar Nixon, seperti dikutip dari keterangan tertulis Haluannews.id, Selasa (10/2/2026).

Hingga saat ini, BTN telah menyalurkan KPR kepada sekitar 5,8 juta keluarga di seluruh Indonesia. Capaian ini mengukuhkan dominasi BTN sebagai lokomotif penggerak kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Dari sisi kinerja keuangan, BTN membukukan pertumbuhan yang impresif. Total aset perseroan melampaui angka Rp527,8 triliun, tumbuh 12,4% YoY pada tahun 2025. Kinerja solid ini mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi, sekaligus buah dari strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten.

Nixon kembali menekankan bahwa transformasi digital menjadi esensi agar BTN senantiasa relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bale by BTN, misalnya, dirancang untuk memberikan kemudahan akses perbankan yang lebih inklusif dan terintegrasi. "Layanan harus semakin mudah, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia," jelas Nixon.

Dalam aspek keberlanjutan dan reputasi, BTN juga mencatatkan sejumlah prestasi gemilang. Bank ini menjadi yang pertama di Indonesia yang meraih MSCI ESG Rating AA. Selain itu, BTN menempati peringkat ke-6 dalam Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di antara BUMN dan menjadi yang terbaik di antara bank Himbara. Di bidang sumber daya manusia, BTN mendapat pengakuan sebagai lingkungan kerja prima, dengan masuk dalam Top 3 LinkedIn Top Companies serta meraih penghargaan Best Company to Work For in Asia.

Ke depan, arah transformasi BTN semakin jelas. Nixon menegaskan kembali komitmen BTN untuk terus memperkuat transformasi menuju Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia melalui layanan yang semakin digital, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. "Seluruh insan BTN wajib menjaga integritas, memperkuat semangat melayani, dan memberikan kinerja terbaik bagi kemajuan perusahaan," tegasnya.

Meskipun terus bertransformasi secara digital dan semakin modern, BTN tetap teguh menjaga perannya sebagai pilar pembiayaan perumahan nasional.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menuturkan bahwa selama lebih dari tujuh dekade, BTN telah berperan strategis dalam mendukung pembangunan perumahan nasional melalui pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan. Transformasi BTN sebagai "housing bank" mencerminkan komitmen untuk tetap relevan dan melayani kebutuhan masyarakat. "Sejalan dengan tema Komitmen Nyata Melayani Negeri, saya yakin BTN akan terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam mendukung agenda perumahan nasional," ujar Rosan.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa BTN telah menjadi bagian integral dalam pembangunan sektor perumahan nasional, memberikan daya dukung hunian bagi masyarakat Indonesia. Peran konsisten BTN dalam menghadirkan akses pembiayaan turut memperkuat fondasi kesejahteraan keluarga. Dalam berbagai program dan kebijakan perumahan nasional, BTN hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan, baik melalui pembiayaan maupun penguatan ekosistem perumahan yang semakin terintegrasi.

"Transformasi BTN dalam beberapa tahun terakhir, melalui digitalisasi layanan, pengembangan produk transaksional, serta penguatan peran beyond mortgage, menunjukkan kesiapan BTN menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," terang Misbakhun. Sebagai mitra dan pemangku kepentingan, lanjutnya, BTN merupakan institusi yang terus bertumbuh, terbuka terhadap kolaborasi, dan konsisten mendukung agenda pembangunan nasional. Tema HUT ke-76 BTN, Komitmen Nyata Melayani Negeri, mencerminkan semangat pengabdian tersebut. "Kami berharap BTN terus menjaga integritas, profesionalisme, serta memperkuat kontribusinya bagi pembangunan nasional," harapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menilai bahwa BTN sangat lekat dengan konsep perumahan rakyat karena perannya sebagai pionir penyaluran kredit subsidi. "Kami bersyukur BTN menjadi mitra utama REI dalam tumbuh dan berkembang bersama, meski dalam perjalanannya menghadapi berbagai tantangan," ungkap Bambang. Saat ini, penyaluran kredit subsidi tidak lagi eksklusif melalui BTN, karena hampir seluruh bank Himbara dan sejumlah bank swasta turut menyalurkannya. Meskipun demikian, BTN tetap menjadi salah satu bank dengan portofolio terbesar di sektor tersebut.

Ke depan, Bambang berharap kerja sama BTN dan REI terus ditingkatkan. Ia memahami prinsip kehati-hatian perbankan, namun menekankan pentingnya pelayanan kredit yang cepat, tepat, dan efisien dengan suku bunga kompetitif. "Bisnis properti, khususnya perumahan menengah ke bawah, sangat bergantung pada kecepatan proses kredit. Keterlambatan akan menambah beban bunga dan berisiko menggerus usaha," katanya. Dia menilai BTN terus bertumbuh dan bertransformasi menuju bank utama. Digitalisasi menjadi keniscayaan seiring perubahan perilaku masyarakat. Namun, kemudahan layanan harus diimbangi sistem keamanan yang kuat agar data nasabah tetap terlindungi.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, menyatakan bahwa BTN telah melakukan transformasi signifikan dalam operasional, teknologi, dan model bisnis, sehingga meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing. "Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan," jelas Junaidi. Menurutnya, peran BTN semakin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas pembiayaan perumahan subsidi masih mengandalkan BTN, baik untuk konsumen maupun pengembang. "Maju terus BTN untuk program perumahan Indonesia," pungkas Junaidi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar