BRImo Meledak! Transaksi Rp 7.000 T, BRI Makin Kuat di Era Digital

BRImo Meledak! Transaksi Rp 7.000 T, BRI Makin Kuat di Era Digital

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperkuat posisinya sebagai pionir transformasi digital di sektor perbankan nasional. Aplikasi perbankan digital andalan mereka, BRImo, mencatatkan kinerja fenomenal dengan volume transaksi yang menembus angka Rp 7.000 triliun. Capaian impresif ini menegaskan dominasi BRI dalam menjangkau dan melayani nasabah melalui kanal digital yang inovatif.

COLLABMEDIANET

Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudiantoro, dalam konferensi pers kinerja keuangan yang baru-baru ini diselenggarakan, mengungkapkan bahwa nilai transaksi BRImo secara spesifik mencapai Rp 7.057 triliun. Angka ini melonjak signifikan sebesar 26,1% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan masif ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna yang mencapai 45,9 juta akun, naik 18,9% dari periode sebelumnya. "Strategi penguatan kanal digital menjadi tulang punggung utama dalam menggenjot pertumbuhan dana murah perusahaan," jelas Aquarius, seperti dilansir Haluannews.id.

BRImo Meledak! Transaksi Rp 7.000 T, BRI Makin Kuat di Era Digital
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ekspansi digital BRI tidak hanya terbatas pada BRImo. Layanan QLola yang dirancang khusus untuk segmen menengah hingga korporasi juga menunjukkan performa cemerlang. Jumlah pengguna aktif QLola meroket 48,1% yoy, mencapai 113 ribu akun, dengan volume transaksi yang tumbuh 36,2% yoy hingga menyentuh Rp 13.456 triliun.

Di lini bisnis merchant, volume penjualan yang difasilitasi oleh BRI mengalami peningkatan pesat sebesar 48,1% yoy, mencapai Rp 223,2 triliun. Sementara itu, layanan pembayaran berbasis QRIS BRI juga menunjukkan akselerasi luar biasa. Volume penjualan QRIS melesat 100% yoy menjadi Rp 85,6 triliun, dan jumlah transaksinya tumbuh 127,5% yoy, melampaui 782,8 miliar transaksi, mengindikasikan adopsi pembayaran digital yang semakin masif di seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menambahkan bahwa keberhasilan transformasi digital ini turut berkontribusi signifikan terhadap penguatan komposisi dana murah (CASA) perseroan. Porsi CASA yang pada tahun 2024 berada di angka 66,6% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), berhasil ditingkatkan menjadi sekitar 71% pada tahun lalu.

Secara konsolidasi, total DPK BRI tumbuh 7,4% yoy, mencapai sekitar Rp 1.466,84 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,7% yoy dan tabungan sebesar 7,9% yoy, yang mencerminkan penguatan struktur pendanaan yang lebih stabil dan berbasis ritel. Likuiditas BRI juga terpantau sangat solid dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 91,4%, memberikan ruang yang ample untuk mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan.

Di tengah penguatan kinerja finansial dan transformasi yang terus berjalan, BRI juga menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam model bisnisnya. Bank ini secara konsisten mengarahkan portofolio bisnisnya untuk mendukung kegiatan yang memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar