BRImo Meledak, Dana Murah BRI Makin Tebal: Strategi Jitu Kuasai Pasar!

BRImo Meledak, Dana Murah BRI Makin Tebal: Strategi Jitu Kuasai Pasar!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) semakin kokoh dalam memperkuat struktur pendanaannya, terutama melalui peningkatan signifikan pada dana murah atau Current Account Savings Account (CASA). Strategi optimalisasi kanal digital terbukti menjadi motor penggerak utama di balik performa impresif ini, dengan aplikasi BRImo yang kini menjadi andalan nasabah ritel.

COLLABMEDIANET

Direktur Networking dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menegaskan bahwa pertumbuhan dana murah yang berkelanjutan merupakan buah dari inovasi digital yang terus dioptimalkan. "Transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Aquarius dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan tahun buku 2025, Kamis (26/2/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

BRImo Meledak, Dana Murah BRI Makin Tebal: Strategi Jitu Kuasai Pasar!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data menunjukkan, aplikasi BRImo mencatat lonjakan pengguna aktif yang luar biasa. Hingga Desember 2025, jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 45,9 juta, melonjak 18,9% secara tahunan (yoy). Seiring dengan itu, nilai transaksi yang dibukukan melalui BRImo menembus angka fantastis Rp7.076,9 triliun, tumbuh 26,4% yoy, menandakan adopsi yang masif di kalangan nasabah.

Tak hanya BRImo, aplikasi Qlola yang dirancang untuk segmen nasabah menengah, komersial, dan korporasi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pengguna aktif Qlola mencapai 113.000, meningkat 48,1% yoy, dengan volume penjualan yang meroket 36,2% yoy hingga menyentuh Rp13.456 triliun.

Ekosistem digital BRI semakin meluas dengan peningkatan pesat pada transaksi merchant. Volume penjualan merchant melalui BRI naik 48,1% yoy menjadi Rp223,2 triliun. Demikian pula, layanan QRIS BRI mencatat tren kenaikan yang signifikan, dengan volume penjualan melonjak 100% yoy menjadi Rp85,6 triliun. Jumlah transaksinya pun tumbuh eksplosif sebesar 127,5% yoy, melampaui 782,8 miliar transaksi.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, pada kesempatan yang sama, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. Bank yang dikenal sebagai "banknya wong cilik" ini berhasil mengerek komposisi dana murah secara drastis. "Porsi CASA yang pada tahun 2024 sebesar 66,6% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), tahun lalu berhasil meningkat menjadi sekitar 71%," jelas Hery.

Secara konsolidasi, total DPK BRI tumbuh 7,4% yoy, mencapai sekitar Rp1.466,84 triliun. Komponen giro tercatat tumbuh 19,7% yoy, sementara tabungan naik 7,9% yoy. Angka-angka ini mencerminkan penguatan struktur pendanaan yang berbasis ritel dan non-wholesale. Likuiditas BRI juga terpantau sangat terjaga dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 91,4%, menunjukkan kondisi yang sangat memadai untuk mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan di masa mendatang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar