BRI Pecahkan Rekor! 50% KUR Perumahan Ludes, Sinyal Dana Tambahan?

BRI Pecahkan Rekor! 50% KUR Perumahan Ludes, Sinyal Dana Tambahan?

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali mencatatkan kinerja gemilang di awal tahun 2026, dengan menyalurkan separuh dari target Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Terhitung sejak 1 Januari hingga 26 Februari 2026, BRI telah merealisasikan KUR Perumahan senilai Rp 3,42 triliun, sebuah capaian yang menandakan tingginya minat dan kebutuhan di sektor properti.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan antusiasme dari berbagai pemangku kepentingan di sektor perumahan sangat tinggi, memungkinkan bank pelat merah ini mencapai 50% dari target penyaluran hanya dalam waktu singkat. "Karena sudah habis setengahnya, maka mungkin bisa minta tambah lagi," ujar Hery kepada media, seperti dikutip Haluannews.id, Sabtu (28/2/2026), mengisyaratkan potensi permintaan penambahan alokasi dana.

BRI Pecahkan Rekor! 50% KUR Perumahan Ludes, Sinyal Dana Tambahan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hery menjelaskan, KUR Perumahan merupakan bagian dari komitmen BRI untuk turut serta membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Pembiayaan ini tidak hanya menyasar pengembang, tetapi juga kontraktor hingga toko bahan bangunan, asalkan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan pendekatan holistik BRI dalam mendukung rantai pasok industri perumahan.

Lebih lanjut, BRI juga berencana terlibat aktif dalam program "Gentengisasi" yang menjadi arahan Presiden Prabowo. Hery memaparkan, BRI akan berperan sebagai jembatan antara pengrajin genteng dan pengembang atau developer yang membutuhkan pasokan genteng dalam jumlah besar untuk proyek-proyek perumahan. "Jadi nanti kalau sudah ada kontrak antara pengrajin dan pembeli atau usernya, ya, BRI ada di tengah. Kebetulan kita, kan, sudah ada pembiayaan KUR Perumahan. Bahan bangunan ini, kan, bagian dari KUR Perumahan juga," jelasnya. Jika proyek percontohan di Jawa Barat berhasil, program ini berpotensi diperluas ke sentra-sentra genteng lainnya di seluruh Indonesia.

Dukungan perbankan nasional terhadap Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan memang menunjukkan tren positif, dan BRI tampil sebagai pemimpin. Dari total penyaluran KPP nasional sebesar Rp 6,10 triliun pada periode yang sama, BRI menyumbang porsi terbesar dengan Rp 3,42 triliun yang disalurkan kepada 25.909 debitur. Angka ini menegaskan kontribusi signifikan BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dan UMKM.

Program KPP atau KUR Perumahan ini dirancang untuk UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga 5 persen, plafon pembiayaan hingga Rp 5 miliar, dan dapat di-revolving hingga Rp 20 miliar. Selain itu, program ini juga mengakomodasi UMKM dari berbagai sektor usaha yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi rumah untuk mendukung kegiatan usaha mereka, dengan suku bunga 6 persen dan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis BRI ini. Menurut Ara, pencapaian BRI telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo. "Kami memberikan apresiasi tinggi kepada BRI yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Kredit Program Perumahan. Realisasi yang sangat signifikan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan perbankan berjalan efektif," pungkas Ara, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pemerataan akses perumahan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar