Haluannews Ekonomi – Pasar modal domestik tengah bergolak. Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjadi biang keladinya. Volatilitas yang terjadi bukan tanpa sebab; investor masih mempertanyakan strategi investasi Danantara dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Meskipun BPI Danantara dinilai telah mengelola aset BUMN dengan baik, kejelasan strategi jangka panjang menjadi kunci utama bagi investor untuk mengambil keputusan.

Related Post
Pertanyaan besar yang membayangi pasar adalah: akankah Danantara menjadi mesin pencetak uang baru bagi perekonomian Indonesia, atau justru menjadi bom waktu yang mengancam stabilitas pasar modal? Analisis pergerakan pasar terkini menjadi krusial untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dampaknya terhadap bisnis sekuritas pun tak kalah penting untuk dikaji.

Dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Rabu, 26/03/2025), Shinta Zahara berbincang dengan Antony Kristanto, Chief Executive Officer KGI Sekuritas Indonesia. Kristanto memberikan pandangan mendalam mengenai sentimen pasar yang dipicu oleh Danantara, serta dampaknya terhadap strategi investasi dan perencanaan portofolio para investor. Ia juga menganalisis potensi dampaknya terhadap kinerja sektor sekuritas di tengah ketidakpastian ini. Diskusi ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana pelaku pasar merespon pembentukan BPI Danantara dan bagaimana mereka bersiap menghadapi tantangan ke depan. Investor kini berada dalam posisi wait and see, menunggu kejelasan strategi Danantara sebelum mengambil langkah selanjutnya. Kejelasan strategi dan transparansi menjadi kunci utama untuk meredam gejolak pasar dan menarik kembali kepercayaan investor.
Editor: Rohman
Tinggalkan komentar