Bos LPS Blak-blakan: Bank Syariah Kini Jauh Lebih Kompetitif!

Bos LPS Blak-blakan: Bank Syariah Kini Jauh Lebih Kompetitif!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Industri perbankan syariah di Indonesia kini telah mencapai titik balik signifikan, melampaui daya saing bank konvensional. Pernyataan mengejutkan ini datang dari Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, dalam sebuah forum penting di Jakarta. Menurutnya, bank syariah tidak lagi menjadi pilihan alternatif semata, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan dalam lanskap keuangan nasional.

COLLABMEDIANET

Anggito menegaskan bahwa pandangannya ini bukan sekadar asumsi pribadi, melainkan didukung oleh riset akademik mendalam yang telah ia rampungkan. Ia bahkan menyoroti performa Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai studi kasus nyata, menunjukkan bagaimana institusi syariah mampu bersaing ketat, baik dari segi penetapan harga produk (pricing) maupun efisiensi operasional.

Bos LPS Blak-blakan: Bank Syariah Kini Jauh Lebih Kompetitif!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saat ini, bank syariah jauh lebih kompetitif dibandingkan bank konvensional. Saya bisa membuktikannya melalui penelitian. Pricing-nya sekarang bahkan lebih menarik," ungkap Anggito dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026, yang bertajuk "Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional," di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Situasi ini, lanjut Anggito, merupakan antitesis dari kondisi beberapa tahun silam. Kala itu, Bank Umum Syariah (BUS) kerap kesulitan bersaing dengan Bank Umum Konvensional (BUK). Ironisnya, Unit Usaha Syariah (UUS) yang bernaung di bawah bank konvensional justru tampil lebih prima, berkat sokongan modal, jaringan luas, dan efisiensi operasional yang diwarisi dari induk perusahaan.

"Dulu, BUS memang kurang kompetitif dibandingkan BUK. Bahkan, mereka kalah saing dengan UUS karena UUS merupakan entitas anak dari bank umum konvensional," paparnya.

Namun, gelombang konsolidasi industri dan penguatan permodalan telah mengubah peta persaingan. Bank syariah kini memiliki posisi tawar yang jauh lebih kokoh. Peningkatan signifikan terlihat pada berbagai aspek, mulai dari strategi penetapan harga yang lebih atraktif, efisiensi operasional yang membaik, hingga agresivitas dalam ekspansi pembiayaan.

Anggito memastikan bahwa metodologi dan temuan risetnya telah melalui proses publikasi di jurnal ilmiah bereputasi, dilengkapi dengan pendekatan empiris yang ketat dan pengujian akademik yang valid. Lebih dari sekadar angka bisnis, ia turut menyoroti krusialnya dimensi religiositas dalam memajukan ekonomi syariah. Keyakinan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis syariah, menurutnya, harus terus diperkuat sebagai elemen integral dari ekosistem bisnis yang tidak hanya selaras dengan kaidah agama, tetapi juga memberikan keuntungan finansial yang optimal.

Transformasi ini menandai babak baru bagi industri keuangan syariah, menegaskan posisinya sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang kian solid.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar