Haluannews Ekonomi – Jakarta – Isu konsolidasi manajer investasi (MI) milik bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menghangat. Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI), Riduan, menegaskan bahwa pihaknya akan patuh terhadap setiap keputusan yang diambil oleh pemegang saham utama terkait rencana strategis ini.

Related Post
"Kami akan mengikuti segala kebijakan yang ditetapkan oleh ultimate shareholder kami, yaitu Danantara. Rencana bisnis selanjutnya akan dirumuskan oleh Danantara," ujar Riduan, mengindikasikan bahwa arah dan implementasi merger akan sepenuhnya berada di bawah kendali Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Sebelumnya, Danantara telah memberikan sinyal mengenai potensi penggabungan entitas pengelola aset yang terafiliasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, pada Oktober tahun lalu, memang belum dapat memberikan detail spesifik. Namun, ia memastikan bahwa pengumuman resmi akan disampaikan jika rencana tersebut telah final.
Pandu Sjahrir juga menekankan filosofi di balik setiap langkah konsolidasi. Menurutnya, tujuan utama dari penggabungan perusahaan adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi perusahaan di pasar. "Setiap upaya penggabungan bertujuan untuk menjadikan perusahaan lebih efisien dan lebih tangguh. Itu sudah pasti," tegasnya, menyoroti manfaat strategis yang diharapkan dari integrasi ini.
Kabar yang beredar luas di berbagai media massa menyebutkan bahwa Danantara berencana menyatukan anak usaha pengelola aset dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Jika terealisasi, entitas gabungan ini diperkirakan akan mengelola aset senilai US$8 miliar, atau setara dengan sekitar Rp132,77 triliun.
Saat ini, BRI memiliki PT BRI Manajemen Investasi, Bank Mandiri mengoperasikan PT Mandiri Manajemen Investasi, dan BNI memiliki PT BNI Asset Management (BNI AM). Selain itu, ada juga pemain lain di sektor manajer investasi plat merah, yakni PT Bahana TCW Investment Management, yang merupakan bagian dari Indonesia Financial Group (IFG). Rencana ini sejalan dengan strategi Danantara yang sebelumnya juga telah mengumumkan konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi BUMN, dari 15 entitas menjadi hanya 3 perusahaan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Danantara dalam menciptakan ekosistem keuangan BUMN yang lebih ramping dan kompetitif.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar