Haluannews Ekonomi – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mematok target ambisius untuk pertumbuhan penyaluran kreditnya, membidik kenaikan antara 8% hingga 10% pada tahun 2026. Proyeksi optimis ini didasari oleh kinerja intermediasi yang solid sepanjang tahun 2025, di mana BNI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 899,53 triliun, melonjak 15,9% dibandingkan periode sebelumnya. Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan bahwa fundamental perseroan tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Related Post
Paolo menjelaskan, pertumbuhan kredit BNI pada tahun 2025 yang impresif mencerminkan kapabilitas bank dalam menjaga momentum intermediasi yang berimbang dan berkualitas. "Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas portofolio di tengah potensi perlambatan ekonomi global," ungkap Paolo dalam keterangan resmi yang diterima Haluannews.id, Senin (23/2/2026).

Dominasi segmen korporasi menjadi pendorong utama penyaluran kredit BNI. Pada 2025, kredit business banking BNI didominasi oleh segmen korporasi dengan nilai mencapai Rp 518,2 triliun, tumbuh signifikan 20% secara tahunan (yoy) dari Rp 431,4 triliun pada 2024. Tak hanya itu, segmen menengah juga menunjukkan performa cemerlang dengan pertumbuhan 19,9%, mencapai Rp 131,8 triliun. Secara komposisi, segmen korporasi menyumbang 57,6% dari total penyaluran kredit BNI, diikuti segmen konsumer 17,4%, dan segmen menengah 14,7%.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa sektor-sektor strategis menjadi tulang punggung pertumbuhan kredit BNI (Bank Only) sepanjang 2025. Sektor infrastruktur mencatat lonjakan luar biasa 117,1%, dari Rp 55,5 triliun pada 2024 menjadi Rp 120,6 triliun. Sektor listrik, gas, dan air juga tumbuh kuat 40,9% menjadi Rp 44,4 triliun, sementara sumber daya alam meningkat 23,6% atau senilai Rp 63,3 triliun. Ini menunjukkan fokus BNI pada pembiayaan proyek-proyek vital yang mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Dari sisi profitabilitas, BNI juga telah menetapkan target yang terukur untuk tahun ini. Perseroan menargetkan Net Interest Margin (NIM) pada kisaran 3,5% hingga 3,8% (bank only). Sementara itu, rasio biaya kredit atau cost of credit (bank only) ditargetkan berada di rentang 1% hingga 1,2%. Target ini mengindikasikan upaya BNI untuk menjaga efisiensi operasional dan kualitas aset di tengah persaingan industri perbankan.
Selain capaian finansial yang mengesankan, BNI juga memperkuat komitmennya terhadap pembiayaan berkelanjutan. Pada tahun 2025, BNI mencatat kredit berkelanjutan senilai Rp 197 triliun, setara dengan 22% dari total portofolio kreditnya. Inisiatif keuangan berkelanjutan, implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah terintegrasi penuh dalam strategi jangka panjang BNI. Komitmen ini dipertegas dengan penerbitan Sustainability Bond senilai Rp 5 triliun pada 2025 dengan peringkat idAAA, yang kerangka kerjanya telah memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan predikat ‘credible and impactful’, menegaskan standar global BNI dalam pembiayaan hijau.
Dengan fundamental yang kokoh dan strategi pertumbuhan yang terdiversifikasi, BNI optimis mampu mencapai target ambisius di tahun-tahun mendatang, sekaligus terus berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Editor: Rohman





Tinggalkan komentar