Haluannews Ekonomi – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja finansial yang sangat impresif, membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun. Pencapaian gemilang ini didorong oleh komitmen bank dalam memperkuat ekosistem layanan keuangan digitalnya, terutama melalui platform BNIDirect, yang kini menjadi motor penggerak utama transaksi bagi segmen korporasi dan institusi.

Related Post
Sebagai digital financial platform andalan untuk layanan Cash Management, BNIDirect dirancang untuk memfasilitasi aktivitas transaksi keuangan nasabah bisnis dan institusi secara Cepat, Mudah, dan Aman. Sepanjang tahun 2025, platform ini mencatatkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp11.406 triliun, melesat 26% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibandingkan angka Rp9.025 triliun pada tahun sebelumnya. Yang menarik, mayoritas, yakni 78% dari total nilai transaksi tersebut, berasal dari kontribusi nasabah korporasi.

Ekspansi pengguna BNIDirect juga menunjukkan tren positif, dengan jumlah nasabah mencapai 261 ribu hingga Desember 2025. BNI sendiri telah melakukan serangkaian transformasi signifikan pada platform ini, membuatnya kini tampil lebih simpel, cepat, dan personal. Dukungan fitur-fitur canggih seperti real-time cash visibility, single authorization, hingga kemudahan bertransaksi turut memperluas jangkauan manfaatnya hingga segmen UMKM. Imbas langsung dari transformasi ini terlihat pada peningkatan saldo giro transaksional BNI yang melonjak signifikan sebesar 43,8% YoY.
Selain dominasi di layanan digital, BNI juga agresif dalam menyalurkan kredit korporasi. Hingga akhir Desember 2025, total penyaluran kredit untuk segmen ini mencapai Rp518,2 triliun, menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 20,01% YoY. Jika dirinci, porsi terbesar disumbang oleh sektor swasta atau institusi sebesar Rp336,3 triliun, sementara sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkontribusi sebesar Rp181,9 triliun.
Secara tahunan, pertumbuhan kredit BNI (bank only) didorong oleh kinerja cemerlang dari tiga sektor industri utama. Sektor infrastruktur memimpin dengan kontribusi Rp63,3 triliun, melesat 139% YoY. Diikuti oleh industri air, listrik, dan gas yang tumbuh 43% YoY mencapai Rp12,6 triliun, serta sektor sumber daya alam (SDA) yang naik 17% YoY dengan nilai Rp7,6 triliun.
Tren positif ini juga terlihat secara kuartalan (QoQ), di mana sektor infrastruktur kembali menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 106% mencapai Rp56 triliun. Industri air, listrik, dan gas juga menunjukkan kenaikan 27% menjadi Rp8,9 triliun, disusul oleh sektor layanan bisnis yang tumbuh 6% atau Rp2,5 triliun.
Menanggapi capaian ini, Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan pentingnya strategi yang diterapkan. "Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujarnya, seperti dikutip dari Haluannews.id pada Kamis (26/2/2026).
Berkat kombinasi strategis antara pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang tangguh, serta kualitas aset yang terus membaik, BNI berhasil mengukuhkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang tahun 2025. Ini membuktikan ketangguhan BNI dalam menghadapi dinamika ekonomi dan komitmennya terhadap inovasi digital.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar