Bitcoin Terjun Bebas 50%: Sinyal ‘Winter’ atau Konsolidasi Baru?

Bitcoin Terjun Bebas 50%: Sinyal 'Winter' atau Konsolidasi Baru?

Haluannews Ekonomi – Jakarta, Haluannews.id – Pasar kripto kembali dihadapkan pada gejolak signifikan setelah harga Bitcoin anjlok hampir 50% dari puncak historisnya di atas US$126.000 yang dicapai pada Oktober lalu. Dalam kurun waktu sebulan terakhir saja, aset digital terbesar di dunia ini telah merosot lebih dari 25%, memicu spekulasi dan kekhawatiran akan kembalinya "crypto winter" yang pernah melanda.

COLLABMEDIANET

Situasi ini sontak mengingatkan para investor pada periode kelam tahun 2022, ketika krisis FTX menyeret Bitcoin dari level US$50.000 hingga sempat menyentuh US$15.000. Kini, dengan pantulan harga yang relatif lemah, pertanyaan besar muncul di benak pelaku pasar: apakah siklus penurunan panjang akan kembali mendominasi, ataukah ini hanya fase konsolidasi menuju kematangan pasar?

Bitcoin Terjun Bebas 50%: Sinyal 'Winter' atau Konsolidasi Baru?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, data dari arus dana produk exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin menyajikan gambaran yang lebih kompleks dan bernuansa. Beberapa produk ETF terkemuka, seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, memang mencatat arus keluar (outflow) sekitar US$2,8 miliar dalam tiga bulan terakhir. Secara agregat, kategori ETF spot Bitcoin juga mengalami outflow sekitar US$5,8 miliar pada periode yang sama.

Kendati demikian, penting untuk dicatat bahwa secara tahunan, IBIT masih membukukan arus masuk (inflow) bersih yang substansial, mencapai sekitar US$21 miliar. Demikian pula, keseluruhan ETF spot Bitcoin tetap mempertahankan inflow bersih sekitar US$14,2 miliar dalam setahun terakhir. Angka ini mengindikasikan bahwa meskipun volatilitas meningkat, sebagian besar investor jangka panjang belum sepenuhnya menarik diri dari pasar aset kripto.

Mengutip Haluannews.id, Senin (16/2/2026), Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, berpendapat bahwa tekanan jual yang terjadi saat ini lebih banyak didorong oleh trader jangka pendek dan hedge fund. Mereka memanfaatkan likuiditas yang disediakan oleh ETF untuk keluar dengan cepat saat momentum pasar menunjukkan sentimen negatif. "Bukan investor ETF jangka panjang yang menjadi pendorong utama aksi jual ini," tegas Hougan.

Di sisi lain, CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, mengemukakan pandangan bahwa era spekulasi besar-besaran di pasar kripto mungkin sedang menuju akhir. Menurutnya, ke depan, aset kripto berpotensi untuk berevolusi menjadi instrumen investasi jangka panjang dengan potensi imbal hasil yang lebih moderat dan stabil, menyerupai aset tradisional lainnya.

Dengan demikian, pasar Bitcoin saat ini berada di persimpangan jalan antara kekhawatiran "crypto winter" dan sinyal konsolidasi menuju kematangan. Investor diimbau untuk mencermati dinamika pasar dengan seksama, mempertimbangkan data fundamental dan pandangan para ahli dalam mengambil keputusan investasi di tengah fluktuasi yang terjadi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar